Selasa, 02 Juni 2009 ]
JAKARTA - Komitmen menjaga netralitas TNI aktif dalam pilpres dipegang kuat oleh tim pemenangan Megawati- Prabowo. Partai Gerindra sebagai bagian dari koalisi itu menegaskan tidak pernah mendapatkan dukungan dari tentara aktif. Bahkan, caleg DPR dari Gerindra yang berlatar mantan tentara hanya segelintir.''Kalau dicek, yang purnawirawan hanya enam orang di antara 400-an calon anggota DPR," ujar Sekjen Gerindra Ahmad Muzani di Jakarta kemarin. Gerindra juga membantah isu adanya jajaran instansi militer yang siap mendukung Gerindra.Meski begitu, ujar Muzani, Gerindra adalah partai yang mengharapkan dukungan semua pihak, termasuk kalangan pensiunan militer. "Kalau sudah purnawirawan, mereka sipil dan punya hak pilih. Tentu kami senang kalau mereka mendukung Mega-Prabowo," katanya.Di tempat terpisah, Prabowo Subianto menegaskan, apabila terpilih kelak, dia akan memberikan saran kepada Megawati untuk meningkatkan anggaran pertahanan. ''Itu sebagai bentuk komitmen bagi kemajuan bangsa dan negara,'' kata Prabowo di Jakarta kemarin.Sementara itu, pengamat militer M.T. Arifin menegaskan, TNI wajib bersikap netral dan tak terlibat gerakan politik dukung-mendukung capres-cawapres. Tekad untuk bersikap etral tak akan banyak berarti jika pemilik kekuasaan tidak dikontrol. "Harus ada kontrol terhadap pihak-pihak yang mampu menggerakkan militer untuk kepentingan politik mereka. Selama ini yang menggerakkan militer adalah yang punya kekuasaan,'' tutur Arifin. Dia mendesak setiap capres melepaskan hak eksekutifnya untuk memberikan komando kepada militer. Dia mencontohkan, hak eksekutif yang tidak dilepas menyebabkan para menteri pun ikut berpolitik dalam pilpres. (rdl/pri/agm)
JAKARTA - Komitmen menjaga netralitas TNI aktif dalam pilpres dipegang kuat oleh tim pemenangan Megawati- Prabowo. Partai Gerindra sebagai bagian dari koalisi itu menegaskan tidak pernah mendapatkan dukungan dari tentara aktif. Bahkan, caleg DPR dari Gerindra yang berlatar mantan tentara hanya segelintir.''Kalau dicek, yang purnawirawan hanya enam orang di antara 400-an calon anggota DPR," ujar Sekjen Gerindra Ahmad Muzani di Jakarta kemarin. Gerindra juga membantah isu adanya jajaran instansi militer yang siap mendukung Gerindra.Meski begitu, ujar Muzani, Gerindra adalah partai yang mengharapkan dukungan semua pihak, termasuk kalangan pensiunan militer. "Kalau sudah purnawirawan, mereka sipil dan punya hak pilih. Tentu kami senang kalau mereka mendukung Mega-Prabowo," katanya.Di tempat terpisah, Prabowo Subianto menegaskan, apabila terpilih kelak, dia akan memberikan saran kepada Megawati untuk meningkatkan anggaran pertahanan. ''Itu sebagai bentuk komitmen bagi kemajuan bangsa dan negara,'' kata Prabowo di Jakarta kemarin.Sementara itu, pengamat militer M.T. Arifin menegaskan, TNI wajib bersikap netral dan tak terlibat gerakan politik dukung-mendukung capres-cawapres. Tekad untuk bersikap etral tak akan banyak berarti jika pemilik kekuasaan tidak dikontrol. "Harus ada kontrol terhadap pihak-pihak yang mampu menggerakkan militer untuk kepentingan politik mereka. Selama ini yang menggerakkan militer adalah yang punya kekuasaan,'' tutur Arifin. Dia mendesak setiap capres melepaskan hak eksekutifnya untuk memberikan komando kepada militer. Dia mencontohkan, hak eksekutif yang tidak dilepas menyebabkan para menteri pun ikut berpolitik dalam pilpres. (rdl/pri/agm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar