Senin, 01 Juni 2009

Ribuan buku kuno RI dimiliki asing

JAKARTA: Negara-negara di luar negeri memiliki dan menyimpan ribuan buku kuno dalam berbagai bidang bahasan karya leluhur bangsa Indonesia yang dibawa sejak masa abad ke-19.“Buku-buku itu terdiri dari berbagai tajuk seperti sastra, hukum, agama dan sejarah,” kata peneliti budaya timur jauh dari Prancis, Henri Chambert-Loir, dalam bedah buku Hikayat Nakhoda Asik dan Hikayat Mepati Mas di Perpustakaan Nasional, Jakarta, pekan ini.Menurut dia, karya-karya leluhur bangsa Indonesia tersebut umumnya berasal dari masa sebelum abad ke-19, bahkan ada yang dari abad ke-16.Naskah dalam berbagai bidang keilmuan itu ditulis dengan bermacam bahasa yang ada di Indonesia seperti Melayu, Jawa, Batak dan Bugis.Buku-buku tersebut dibawa ke luar Indonesia sebelum masa kemerdekaan, terutama oleh Belanda untuk dipelajari dan diteliti.Kemudian, ribuan buku itu tersebar ke negara-negara lain yang ingin mempelajari budaya Indonesia. “Di Prancis juga ada tetapi hanya ratusan, yang paling banyak itu di Belanda, jumlahnya ribuan,” katanya.Dia menyatakan masyarakat Indonesia tidak perlu mempersoalkan banyaknya buku masa lalu itu di luar negeri karena merupakan bagian upaya menyelamatkan pengetahuan dunia.Jika tidak dibawa ke luar negeri, dikhawatirkan buku-buku yang dinilai sangat berharga itu akan hilang atau musnah seiring dengan kondisi yang belum stabil di Indonesia.Hal yang penting, kata dia, adalah buku-buku itu masih dapat dibaca, diteliti dan diterbitkan jika ingin mengetahui pengetahuan yang terkandung di dalamnya.Masyarakat Indonesia tinggal mengupayakan agar memiliki akses untuk membaca, meneliti dan menerbitkan buku-buku itu, katanya.
Antara/Sumber : BIsnis Indonesia

Tidak ada komentar: