JAKARTA - Skema pengelolaan Jembatan Surabaya - Madura (Suramadu) yang akan beroperasi mulai 10 Juni nanti, terus dimatangkan. Sesuai rencana, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan dibentuk untuk menjadi pengelola Suramadu ditargetkan beroperasi pada 2011.Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu mengatakan, rencana pembentukan BUMN Suramadu terus dimatangkan. Namun, untuk tahap awal, hak pengelolaan Suramadu akan diberikan kepada perusahaan pemenang tender. ''Nanti perusahaan itu disuruh mengelola selama 18 bulan, untuk servis-servis saja,'' kata Didu di Kantor Kementerian BUMN kemarin (3/6).Menurut Said, BUMN Suramadu perlu dibentuk, agar pengelolaannya bisa dilakukan secara terpadu. Sebab, kalau jembatan Suramadu dan infrastruktur pendukungnya dikelola terpisah bakal menimbulkan kesulitan. ''Soalnya, dari tiga pekerjaan, yakni kawasan industri di ujung jembatan, pelabuhan peti kemas, dan jembatan tol, tidak semuanya menguntungkan,'' timpalnya.Said mencontohkan, kalau PT Jasa Marga (JSMR) Tbk diminta mengelola tol, maka tidak akan masuk hitungan keekonomian. Sebab, jika tarif tol Suramadu ditetapkan tidak boleh lebih tinggi dari harga tiket kapal ferry, maka titik impas investasi atau balik modal mencapai 250 tahun.Nah, kalau ingin balik modal dalam waktu 50 tahun, tarifnya harus dinaikkan minimal empat kali lipat dibandingkan harga tiket kapal ferry. ''Itu kan terlalu mahal, karena itu harus disubsidi dari pengelolaan kawasan industri. Jadi, nanti bisnis yang menguntungkan akan menyubsidi bisnis yang kurang menguntungkan,'' jelasnya.Sebelumnya, Menneg BUMN Sofyan Djalil mengatakan, proses pembentukan BUMN Suramadu sudah berjalan. Bahkan, proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk pos direksi sudah dijalankan. (owi/bas)
sumber: jawapos.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar