[ Selasa, 02 Juni 2009 ]
JAKARTA - Dukungan pada duet JK-Wiranto terus mengalir. Kemarin sedikitnya 15 mantan perwira tinggi Polri yang pernah menduduki jabatan Kapolda menyatakan mendukung duet JK-Wiranto. Mantan pemimpin wilayah itu akan bertugas mengamankan netralitas aparatur Polri dalam pemilu presiden. Sejumlah nama yang hadir dalam pertemuan dengan Jusuf Kalla adalah mantan Kapolda Jatim Herman S.S., mantan Kapolda Jateng Irjen Pol (pur) Chaerul Rasyid, mantan Kapolda Jabar Irjen Pol (pur) Sudirman Ail, dan mantan Kapolda Sumatera Utara Komjen Pol (pur) Togar Sianipar. Bagi masyarakat Jatim, nama Herman tidak asing. Di era dia menjabat Kapolda Jatim, berlangsung pemilihan gubernur Jatim yang terjadi tiga putaran itu. Dia mengungkapkan adanya dugaan kecurangan. Bahkan, setelah tidak menjabat Kapolda, Herman sempat bertemu Megawati untuk membeberkan kasus pilgub Jatim. Namun, kini Herman mendukung JK-Win. "Bangsa ini akan dapat maju ke depan kalau seluruh aparat menjaga asas netralitas. Para mantan kapolda itu akan turun untuk menyosialisasikan netralitas aparat Polri," ujar JK seusai pertemuan di Posko Slipi II, Jalan Ki Mangunsarkoro, Jakarta, kemarin. JK menegaskan, para purnawirawan jenderal polisi itu tidak akan berkampanye mengajak anggota Polri aktif mendukung JK-Wiranto. Mereka hanya akan bertugas menjaga jangan sampai aparat Polri aktif dimanfaatkan kepentingan politik praktis. (noe/tof)
JAKARTA - Dukungan pada duet JK-Wiranto terus mengalir. Kemarin sedikitnya 15 mantan perwira tinggi Polri yang pernah menduduki jabatan Kapolda menyatakan mendukung duet JK-Wiranto. Mantan pemimpin wilayah itu akan bertugas mengamankan netralitas aparatur Polri dalam pemilu presiden. Sejumlah nama yang hadir dalam pertemuan dengan Jusuf Kalla adalah mantan Kapolda Jatim Herman S.S., mantan Kapolda Jateng Irjen Pol (pur) Chaerul Rasyid, mantan Kapolda Jabar Irjen Pol (pur) Sudirman Ail, dan mantan Kapolda Sumatera Utara Komjen Pol (pur) Togar Sianipar. Bagi masyarakat Jatim, nama Herman tidak asing. Di era dia menjabat Kapolda Jatim, berlangsung pemilihan gubernur Jatim yang terjadi tiga putaran itu. Dia mengungkapkan adanya dugaan kecurangan. Bahkan, setelah tidak menjabat Kapolda, Herman sempat bertemu Megawati untuk membeberkan kasus pilgub Jatim. Namun, kini Herman mendukung JK-Win. "Bangsa ini akan dapat maju ke depan kalau seluruh aparat menjaga asas netralitas. Para mantan kapolda itu akan turun untuk menyosialisasikan netralitas aparat Polri," ujar JK seusai pertemuan di Posko Slipi II, Jalan Ki Mangunsarkoro, Jakarta, kemarin. JK menegaskan, para purnawirawan jenderal polisi itu tidak akan berkampanye mengajak anggota Polri aktif mendukung JK-Wiranto. Mereka hanya akan bertugas menjaga jangan sampai aparat Polri aktif dimanfaatkan kepentingan politik praktis. (noe/tof)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar