Selasa, 02 Juni 2009

JK Himbau Tim Sukses Hindari black campaign

Minggu, 31 Mei 2009 ]
JAKARTA - Perang opini antartim sukses capres-cawapres belakangan mulai mengarah kepada kampanye hitam (black campaign). Capres Partai Golkar dan Hanura Jusuf Kalla (JK) mengimbau seluruh tim sukses agar menghindari model kampanye hitam. Termasuk, menjauhi praktik politik uang.JK mengajak setiap calon lebih memilih model kampanye dengan membeberkan program yang bakal diusung setelah memerintah nanti. "Kampanye yang baik berusaha menjelaskan bahwa jika kami yang memerintah atau menang, negara bakal dibawa seperti apa," kata JK di kediamannya, Jl Mangunsarkoro, Jakarta, kemarin (30/5). Menurut JK, ajang pemilu presiden (pilpres) merupakan suatu pertarungan ideologis dan cita-cita. Termasuk, bagaimana cara melaksanakan ideologi dan cita-cita itu. "Di sanalah tantangannya. Sebab, setiap orang punya cara berbeda," tambahnya. Meski demikian, ketua umum DPP Partai Golkar itu mengakui, dalam berpolitik, sulit menghindari saling ungkap fakta oleh satu kelompok kepada kelompok lain. "Selama tidak melanggar hukum, itu tidak menjadi persoalan," jelas JK. Dia menegaskan, kampanye hitam dapat terjadi apabila capres-cawapres dan tim suksesnya melontarkan sesuatu yang bukan fakta mengenai pasangan lain. "Apalagi yang bersifat pribadi. Kalau itu, fitnah namanya," tambahnya. JK pun menyinggung soal wacana jilbab yang dipakai istrinya, Mufidah Jusuf Kalla, dan istri Wiranto, Uga Wiranto, yang dihubung-hubungkan dengan Ani Yudhoyono. Istri capres koalisi Cikeas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu kebetulan tidak memakai jilbab. Kubu JK-Wiranto lantas mendapat tudingan telah melakukan politisasi agama. "Terus bagaimana? Apakah istri saya dan istri Pak Wiranto disuruh buka kerudung, begitu?" selorohnya.JK mengelak telah sengaja menggulirkan wacana jilbab istri capres-cawapres itu untuk menjatuhkan pasangan lain. "Yang pasti, kami tidak mau mengurusi istri orang lain, masing-masinglah," ujarnya. (dyn/agm)
Sumber : jawa pos

Tidak ada komentar: