Minggu, 31 Mei 2009

Gerindra usung 7 program aksi sejahterakan RI

Selasa, 10/03/2009 16:28 WIB
oleh : Gita Arwana Cakti & Ratna Ariyanti

JAKARTA (Bisnis.com): Selain penjadwalan pembayaran utang luar negeri, Partai Gerindra mengusung tujuh program aksi lain yang diklaim mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih sejahtera.Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, dalam pemaparannya di hadapan para jurnalis mengatakan ketiadaan akumulasi kekayaan nasional menyebabkan tidak tercapainya kesejahteraan umum. Berangkat dari premis ini, maka Partai Gerindra merumuskan sejumlah langkah.Prabowo menuding sistem yang ada saat ini tidak mendukung perluasan kesejahteraan.“Pengelola ekonomi di negara ini tetap sama dari zaman [pemerintahan] Soeharto. Dokternya sama. Resepnya keliru karena pasiennya enggak sembuh-sembuh. Saya bicara sistem, saya tidak bicara orang per orang,” tuturnya.Program penyelamatan kekayaan negara, lanjut Prabowo, bertujuan menghilangkan kemiskinan dengan beragam cara, seperti menjadikan badan usaha milik negara (BUMN) sebagai lokomotif dan ujung tombak perekonomian, meninjau kembali pelbagai kontrak yang merugikan kepentingan nasional, mewajibkan para eksportir untuk menyimpan hasil penjualan di dalam negeri, serta mengembangkan industri pengolahan.Program selanjutnya adalah pelaksanaan ekonomi kerakyatan, akselerasi pembangunan desa, memperkuat sektor usaha kecil, kemandirian energi, pendidikan dan kesehatan serta menjaga kelestarian alam dan lingkungan.Prabowo tidak khawatir dirinya akan dijauhi oleh para pengusaha karena program yang dicanangkannya. Dia justru optimistis pergerakan ekonomi dapat lebih melaju jika pendapatan rakyat kecil, seperti petani dan nelayan, meningkat.“Kalau ada pertumbuhan tinggi, petani-petani kecil dapat peningkatan penghasilan. Daya beli meningkat dapat membeli barang. Kalau daya beli meningkat maka pabrik-pabrik hidup. The real economy start moving. Justru pengusaha-pengusaha banyak yang tertarik. Kalau memang pengusaha yang mau menipu rakyat, pasti orang yang enggak benar, yang enggak setuju [dengan program ini]. Kalau pertumbuhan tinggi, everybody win,” tegasnya.(er)

Tidak ada komentar: