SURABAYA - Dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan dari masyarakat Jatim hingga Maret 2008 mencapai Rp 177 triliun. Namun, realisasi kredit untuk masyarakat di provinsi ini baru mencapai Rp 115 triliun. Dirut Bank Jatim Moeljanto memprediksi sekitar Rp 62 triliun dana kredit tersebut terbang ke luar Jawa Timur."Seharusnya semua dana pihak ketiga itu bisa dioptimalkan untuk masyarakat di Jatim," kata Moeljanto setelah bertemu dengan Gubernur Jatim Soekarwo kemarin (3/6). Dia mengatakan, potensi dunia usaha yang membutuhkan pembiayaan di Jatim sebenarnya cukup besar. Terlebih dengan dibukanya akses Jembatan Suramadu. Para pengusaha dari Madura akan mendapat dampak positif, terutama untuk kemajuan usahanya. "Kami berencana membantu Pemprov Jatim yang akan membuat Pulau Ternak di sana (Madura, Red)," katanya.Data bank Jatim menyebutkan, ada sekitar 2.499 pelaku usaha sektor peternakan di Jatim. Sebagian berada di Madura, khususnya industri ternak sapi merah dan kambing etawa. Mayoritas para peternak itu belum mengakses kredit. "Potensi dana CSR (corporate social responsibility) dari BUMN dan BUMD di Jatim mencapai Rp 40 miliar. Sebagian juga akan disalurkan dalam bentuk hibah atau dana bergulir yang bisa diakses para peternak.'' Pemimpin Kelompok Bisnis dan Layanan BNI kantor Wilayah 06 Surabaya Subardi mengaku siap membantu program Pulau Ternak, baik melalui penyaluran dana CSR maupun kredit untuk program tersebut. Hingga 22 Mei 2009, BNI Kantor Wilayah 06 Surabaya telah menyalurkan kredit Rp 8,62 triliun. Target pertumbuhan realisasi kredit hingga akhir tahun ini Rp 8,97 triliun. Selain itu, selama 2008, CSR salah satu kantor wilayah bank pelat merah tersebut mencapai Rp 1 miliar. (luq/fat)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar