Sabtu, 30 Mei 2009 ]
SEBENARNYA, prinsip mengelola APBN sama dengan mengelola Anggaran Penerimaan dan Belanja Rumah Tangga (APBRT). Misalnya, seorang kepala keluarga mempunyai gaji Rp 1 juta. Maka, dia harus mengelola uang itu untuk mencukupi kebutuhannya yang penting-penting saja. Manakala gajinya tidak cukup, dia harus mencari uang tambahan dengan cara kerja sambilan, bukan dengan cara berutang ke tetangga kanan kiri. Kalau terpaksa, sebaiknya dia berutang ke saudara atau famili sendiri.Begitu juga halnya dengan APBN. Kalau terjadi kekurangan dana, satu-satunya cara yang elegan ialah meningkatkan pendapatan pajak dan penerimaan lain-lain. Bukan berutang ke luar negeri.Selain itu, pemerintah bisa melakukan penghematan. Selama ini, pemerintah boros dengan cara tiap tahun membeli ribuan mobil dinas baru serta membangun kantor-kantor baru dan guest house. Pemerintah juga selalu menambah jumlah PNS tanpa melakukan perampingan, membeli alat tulis kantor (ATK) secara berlebihan, dan sebagainya. Padahal, dana yang dimiliki tidak cukup untuk itu.Hariyanto Imadha, Jl A.I.S. Nasution, Bojonegoro
SEBENARNYA, prinsip mengelola APBN sama dengan mengelola Anggaran Penerimaan dan Belanja Rumah Tangga (APBRT). Misalnya, seorang kepala keluarga mempunyai gaji Rp 1 juta. Maka, dia harus mengelola uang itu untuk mencukupi kebutuhannya yang penting-penting saja. Manakala gajinya tidak cukup, dia harus mencari uang tambahan dengan cara kerja sambilan, bukan dengan cara berutang ke tetangga kanan kiri. Kalau terpaksa, sebaiknya dia berutang ke saudara atau famili sendiri.Begitu juga halnya dengan APBN. Kalau terjadi kekurangan dana, satu-satunya cara yang elegan ialah meningkatkan pendapatan pajak dan penerimaan lain-lain. Bukan berutang ke luar negeri.Selain itu, pemerintah bisa melakukan penghematan. Selama ini, pemerintah boros dengan cara tiap tahun membeli ribuan mobil dinas baru serta membangun kantor-kantor baru dan guest house. Pemerintah juga selalu menambah jumlah PNS tanpa melakukan perampingan, membeli alat tulis kantor (ATK) secara berlebihan, dan sebagainya. Padahal, dana yang dimiliki tidak cukup untuk itu.Hariyanto Imadha, Jl A.I.S. Nasution, Bojonegoro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar