Senin, 01 Juni 2009

Kalla: Investasi swasta di RI di bawah China & India

JAKARTA : Capres Jusuf Kalla mengatakan perlunya peningkatan investasi pemerintah dan swasta agar dapat mendongkrak angka pertumbuhan nasional.Menurut Kalla, alokasi anggaran pembangunan dalam APBN masih rendah sementara investasi swasta di Indonesia masih berada di bawah yang tercatat di China atau India.Dalam kunjungannya ke kantor Harian Bisnis Indonesia hari ini Wapres menegaskan salah satu prasyarat untuk meningkatkan ekonomi kebangsaan yang mandiri dalam mencapai kesejahteraan seluruh rakyat adalah dengan menambah investasi pemerintah dan swasta."APBN itu terdiri dari 40% untuk membayar subsidi, cicilan bunga dan utang, 50% untuk membayar gaji pegawai, sedangkan anggaran pembangunan mendapat porsi yang kecil," tuturnya.Untuk itu, dia mengatakan perlunya mengurangi beban-beban yang tidak berdampak positif pada pertumbuhan, atau dengan kata lain menciptakan anggaran pemerintah yang lebih sehat. Dia menilai penerapan kebijakan yang populis selama ini justru telah meningkatkan beban pemerintah.Terkait investasi swasta, Kalla menyebutkan beberapa hal yang masih memberatkan masuknya investasi swasta ke Indonesia, yaitu bunga modal yang tinggi, infrastruktur terutama terkait kelistrikan dan birokrasi yang tidak mudah.(er)
oleh : Nana Oktavia Musliana
(Bisnis.Com)

Tidak ada komentar: