JAKARTA: Manajemen PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menargetkan Terminal 2 di Pelabuhan Tanjung Priok beroperasi kembali paling lambat pada akhir tahun ini.Presiden Direktur JICT Derek Pierson mengatakan saat ini pihaknya sedang membahas rencana pengaktifan kembali terminal itu bersama manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II."Ada rencana untuk itu [pengoperasian kembali Terminal 2], tetapi kami membutuhkan persetujuan dari Pelindo II sebelum melanjutkan rencana itu. Sesuai dengan keputusan dari Pelindo II, mudah-mudahan sebelum akhir tahun ini akan mulai aktif," katanya kemarin.Sebelumnya, Direktur Utama PT Pelindo II Richard Jose Lino menyayangkan sikap JICT yang terkesan menelantarkan Terminal 2 di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu. Oleh karena itu, paparnya, Pelindo II akan segera mencari solusi agar Terminal 2 bisa beroperasi kembali."Saya dengar sudah cukup lama Terminal 2 itu menganggur. Bahkan, sejak menjadi direksi di sini [Pelindo II], saya belum melihat adanya kegiatan kunjungan kapal ataupun bongkar muat di terminal itu, padahal di terminal lainnya sibuk," katanya. (Bisnis, 3 Juni)Derek mengungkapkan Terminal 2 tidak digunakan karena tempat itu alurnya tidak terlalu dalam sehingga hanya bisa disandari oleh kapal-kapal kecil. "Permasalahannya, di terminal itu hanya bisa menerima kapal kecil karena kedalaman dari laut di sana [kurang], bukan ukuran dermaganya," ujarnya.Pada Maret 2009, Terminal 2 yang dikelola oleh JICT itu sudah beroperasi kembali setelah izinnya pengelolaannya sempat dibekukan oleh Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok karena tidak dilengkapi fasilitas pemeriksaan peti kemas atau behandle.Derek memperkirakan volume peti kemas di fasilitas penumpukan JICT pada tahun ini turun 20% dibandingkan dengan kondisi tahun lalu. Pada 2008, perusahaan patungan Hutchison Port Holdings (Hong Kong) dan Pelindo II itu melayani peti kemas ekspor impor sebanyak 1,99 juta TEUs. (22)
sumber : bisnis.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar