JAKARTA : Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menetapkan tujuh pilar pembangunan ekonomi Indonesia di antaranya menyikapi globalisasi dan pasar bebas dengan kebijakan-kebijakan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat.Ketua DPP Partai Hanura Fuad Bawasier mengatakan untuk mengetahui program-program ekonomi partai bisa dilihat pada buku berjudul Meretas Jalan Baru Ekonomi Indonesia."Pak Wiranto [capres dari Hanura] belum lama ini meluncurkan buku tentang ekonomi Indonesia dengan judul Meretas Jalan Baru ekonomi Indonesia. Silakan kutip saja sebagai pemikiran ekonomi Hanuar," katanya ketika dihubungi Bisnis.com via pesan singkat, belum lama ini.Dalam buku itu disebutkan Meretas Jalan Baru Ekonomi Indonesia, menggagas pembangunan ekonomi Indonesia ke depan, berdasarkan visi 'Kedaulatan dan Kemandirian Ekonomi Menuju Bangsa yang Bermartabat'. Untuk mewujudkan visi tersebut, misi yang harus dikembangkan bertumpu pada integritas dan sinergi dari tujuh pilar.1.Merekonstruksi asas perorangan dengan paradigma individualisme dan liberalisme menjadi asas kebersamaan dan kekeluargaan berdasarkan paham kerakyatan (demokrasi ekonomi) dan sosionasionalisme, di mana kepentingan masyarakat lebih utama dari kepentingan orang per orang tanpa mengabaikan hak orang per orang.2.Mengembangkan pendekatan pembangunan yang bertumpu pada pemenuhan kebutuhan rakyat (people centered development) dan pembangunan individu manusia Indonesia.3.Pertumbuhan ekonomi berkualitas yang bukan sekadar menampilkan indikator-indikator yang berpotensi menimbulkan bias atas fakta-fakta ekonomi, melainkan pertumbuhan yang mempunyai manfaat besar terhadap peningkatan kesejahteraan seluruh anggota masyarakat dan mampu mengurangi disparitas kesejahteraan, mendorong peningkatan investasi dan produktivitas di sektor riil, terutama sektor manufaktur dan pertanian yang menyerap banyak tenaga kerja dan mengarahkan bangsa ini menjadi bangsa produsen.4.Mengarahkan perekonomian Indonesia untuk menjadi resources-based economy atas dasar Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.5.Mewujudkan negara sebagai agent of development dan agent of reformation dalam mengatasi berbagai ketimpangan.6.Menyikapi globalisasi dan pasar bebas dengan kebijakan-kebijakan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat, dan7.Menciptakan kebijakan anggaran yang berdaulat, mandiri, dan lepas dari ketergantungan.(yn)
oleh : M. Yunan Hilmi
Bisnis Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar