Jumat, 29/05/2009 15:46 WIB
JAKARTA: Pemerintah berencana mengurangi pengalokasian belanja-belanja pemerintah yang dianggap kurang prioritas dalam APBN 2010. Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas Lukita Dinarsyah mengatakan hal itu dilakukan untuk mengefektifkan sasaran dan kebijakan pemerintah tahun depan yang mengambil tema pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Jadi kalau ada spending-spending yang sifatnya tidak menimbulkan dampak ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat seperti untuk pembangunan gedung atau kegiatan-kegiatan yang tidak prioritas, itu akan kita alihkan ke yang memang langsung ke pemulihan ekonomi yang efeknya lebih besar,” katanya di Jakarta, hari ini. Dalam dokumen rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2010, penerimaan negara dan hibah diperkirakan mencapai Rp871,9 triliun, terutama didukung oleh penerimaan pajak Rp717,1 triliun dan penerimaan bukan pajak Rp153,4 triliun. Sementara itu, belanja negara diperkirakan sekitar Rp949,1 triliun. Atas dasar asumsi tersebut, pemerintah memperkirakan defisit APBN 2010 maksimal sekitar 1,3% PDB, ditutup oleh pembiayaan dalam negeri dan luar negeri. “Bukannya pembangunan gedung nggak penting, tapi kalau misalnya ada K/L (kementerian/lembaga) yang kantornya dianggap sudah harus direhab. Itu bisa ditunda dulu karena kan sudah ada kantornya," tambahnya. (dj)
JAKARTA: Pemerintah berencana mengurangi pengalokasian belanja-belanja pemerintah yang dianggap kurang prioritas dalam APBN 2010. Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas Lukita Dinarsyah mengatakan hal itu dilakukan untuk mengefektifkan sasaran dan kebijakan pemerintah tahun depan yang mengambil tema pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Jadi kalau ada spending-spending yang sifatnya tidak menimbulkan dampak ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat seperti untuk pembangunan gedung atau kegiatan-kegiatan yang tidak prioritas, itu akan kita alihkan ke yang memang langsung ke pemulihan ekonomi yang efeknya lebih besar,” katanya di Jakarta, hari ini. Dalam dokumen rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2010, penerimaan negara dan hibah diperkirakan mencapai Rp871,9 triliun, terutama didukung oleh penerimaan pajak Rp717,1 triliun dan penerimaan bukan pajak Rp153,4 triliun. Sementara itu, belanja negara diperkirakan sekitar Rp949,1 triliun. Atas dasar asumsi tersebut, pemerintah memperkirakan defisit APBN 2010 maksimal sekitar 1,3% PDB, ditutup oleh pembiayaan dalam negeri dan luar negeri. “Bukannya pembangunan gedung nggak penting, tapi kalau misalnya ada K/L (kementerian/lembaga) yang kantornya dianggap sudah harus direhab. Itu bisa ditunda dulu karena kan sudah ada kantornya," tambahnya. (dj)
oleh : Achmad Aris
bisnis.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar