JAKARTA (bisnis.com): Dirjen Migas Departemen ESDM Evita Herawati Legowo menilai sektor migas masih sangat bergantung pada investor asing karena kurangnya teknologi yang ada di dalam negeri."Untuk produksi minyak saja membutuhkan teknologi tinggi dan modal yang sangat besar. Makanya kita tidak bisa lepas dari investor asing," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR hari ini.Menurut dia, industri migas saat ini mempunyai target untuk tetap meningkatkan produksi nasional, meskipun dengan kondisi lapangan migas yang ada hanya lapangan tua saja. "Kemampuan produksi nasional masih harus tetap digalakkan dengan lapangan dan sumur yang ada." Dia mengatakan dengan keberadaan investor asing di sektor migas diharapkan bisa meningkatkan kemampuan produksi minyak nasional. Dengan demikian, juga meningkatkan penerimaan negara dari sektor migas karena penerimaan negara masih menumpu kepada sektor migas.Evita memaparkan sebenarnya sejak 2005 jumlah lapangan minyak yang ada terus mengalami peningkatan. Pada 2005, lapangan minyak sekitar 54, kemudian 2006 naik menjadi 82. Namun, sejak 2007 mengalami penurunan menjadi 73 dan pada 2008 naik sedikit menjadi 77 lapangan. (tw)
oleh : Nurbaiti
Sumber : Bisnis Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar