Senin, 25 Mei 2009

Lima Pakar Moderatori Debat Capres dan Cawapres

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan lima calon moderator untuk debat capres dan cawapres. Lima nama itu akan ditawarkan kepada parpol untuk nantinya mendapatkan tanggapan.Lima nama calon moderator yang akan diusulkan KPU adalah mantan Rektor Universitas Gadjah Mada Prof Sofian Effendi, Rektor Universitas Indonesia (UI) Gumilar Rusliwa Sumantri, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof Dr Komaruddin Hidayat, pengamat ekonomi Aviliani MA, dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia Dr dr Fachmi Idris MKes. "Itu sudah kami tetapkan berdasar sejumlah pertimbangan," kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary kepada wartawan di gedung KPU, Jakarta, kemarin (24/5).Hafiz menyatakan, berdasar track record, lima nama tersebut selama ini dikenal independen. Tidak hanya itu, pertimbangan lain KPU adalah kemampuan masing-masing calon yang dianggap memadai. "Mereka kan punya kapasitas di bidang masing-masing," jelasnya.Sebagai contoh, Sofian dikenal sebagai ahli administrasi negara. Sementara itu, Komaruddin selama ini dikenal sebagai pakar sejarah Islam dan budayawan. Komaruddin juga pernah menjabat ketua tim seleksi anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum. Publik mengenal Aviliani sebagai pengamat ekonomi yang masih kerap menjadi rujukan. Sementara itu, Gumilar adalah sosiolog lulusan Jerman.Menurut Hafiz, calon moderator yang diusulkan KPU bukan harga mati. Dia menerangkan, masing-masing tim kampanye pasangan calon boleh mengajukan keberatan. Tentu saja keberatan itu disertai pertimbangan dan alasan logis. "Tim kampanye juga memberikan usul nama siapa calon moderator penggantinya," jelas dia.Debat capres dan cawapres itu direncanakan berlangsung mulai 18 Juni nanti. Hafiz menambahkan, KPU saat ini membahas rencana penyiaran langsung debat tersebut dengan lima stasiun televisi. Stasiun televisi itu juga bertugas mencari venue yang sesuai untuk debat tersebut. "Yang pasti tidak lagi di kampus seperti dulu. Karena ini bagian dari kampanye," tandasnya. (bay/tof)
Sumber : Jawa Pos

Tidak ada komentar: