JAKARTA: Pasangan calon presiden Megawati Soekarnoputri dan calon wakil presiden Prabowo Subianto (Mega-Pro) menjanjikan perombakan sistem perekonomian saat ini ke sistem kedaulatan rakyat.Dalam deklarasi capres-cawapres yang diusung Partai PDIP, Gerindra, dan sejumlah partai kecil, Prabowo menegaskan untuk memperbaiki nasib rakyat kecil harus ada perubahan sistem perekonomian yang didominasi oleh kepentingan asing."Kami siap mengembalikan ekonomi Indonesia ke tangan rakyat Indonesia. Kami akan berjuang bersama rakyat demi keadilan, demi kesejahteraan," katanya dalam pidato deklarasi Mega-Pro di Tempat Pembuangan Akhir Bantargebang Bekasi, Jawa Barat, kemarin.Dedi 'Miing' Gumelar sempat menyela pidato Prabowo untuk menenangkan massa yang riuh ketika mantan komandan Kopassus itu berpidato. Cawapres Partai Gerindra itu juga berjanji mengusung perubahan besar bagi rakyat Indonesia dengan berjuang demi keadilan dan kesejahteraan.Ke depan, ucap Prabowo, rakyat Indonesia mempunyai pilihan yang sangat penting terhadap sistem ekonomi yang selama ini dikuasai asing sehingga harus segera diganti. "Pilihan rakyat adalah apakah kita mau melanjutkan sistem yang salah? Apa mau melanjutkan sistem ekonomi yang tidak berhasil, atau kita kembalikan bangsa Indonesia kepada rakyat?"Seusai Prabowo, capres dari PDIP Megawati juga berjanji berpeluh bersama rakyat untuk kembali membangun ekonomi kerakyatan yang ditinggalkan pemerintah yang berkuasa. Untuk itu, Mega meminta pendukungnya berjuang keras memenangkan pasangan Megawati-Prabowo.Di tempat terpisah, kalangan pengusaha meyakini penanaman modal asing (PMA) selama 5 tahun ke depan tumbuh 15%-20% dibandingkan dengan kondisi 5 tahun terakhir.Kendati ketiga capres-cawapres mengusung nilai-nilai ekonomi kerakyatan, pengusaha tidak khawatir Indonesia akan ditinggalkan kalangan investor skala besar yang selama ini dinilai berkontribusi signifikan mendongkrak pertumbuhan ekonomi."Selama pemerintahan baru masih berkeyakinan investor asing merupakan mitra sejajar, pertumbuhan PMA dan pemodal lokal akan melejit," kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Sandiaga S. Uno, kemarin.Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia Achmad Widjaya menilai pemerintahan mendatang harus mampu memajukan sektor mikroekonomi yang selama ini masih terabaikan.CEO PT Apac Inti Corpora Tbk Benny Soetrisno secara khusus mengatakan apa pun program-program ekonomi yang dipaparkan ketiga kandidat presiden dan wapres itu harus berpihak kepada sektor riil.Tiru IndiaDirektur Utama PT CIMB-GK Securities Indonesia Bernard Thien menilai perkembangan politik di dalam negeri terkait dengan kebijakan para calon presiden sedikit-banyak akan memengaruhi pergerakan pasar."Jika [kebijakan pemenang pemilu] propasar, hasilnya bisa mencontoh apa yang terjadi pada bursa Sensex di India," ujarnya dalam laporan riset per 20 Mei.Dia memberi contoh bursa India yang melejit 17% dalam sehari ke rekor tertingginya 8 bulan terakhir, setelah partai Kongres memenangi pemilu sehingga tidak membutuhkan dukungan Partai Komunis untuk membentuk pemerintahan.Dalam laporan riset terpisah, analis Citigroups Global Markets Ltd Johanna Chua menilai Boediono merupakan sosok yang sesuai dengan ekspektasi pasar untuk mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono. "Namun, kelemahannya adalah kurangnya kekuatan politik."Akan tetapi, calon wakil presiden Boediono, dalam wawancara khusus dengan Bisnis, menekankan posisi menteri-menteri ekonomi dalam kabinet, yang akan dibentuk jika dirinya dan pasangan capres SBY terpilih, akan bebas dari intervensi partai politik.Di sisi lain, analis PT Kresna Graha Sekurindo Tbk Jordan Zulkarnaen dan Mardesiana menilai faktor politik berpengaruh kuat terhadap pergerakan saham-saham grup Bakrie di pasar akhir-akhir ini. "Investor meyakini jika kubu JK-Win kalah, Aburizal diperkirakan merapat ke kubu SBY," paparnya dalam laporan riset per 20 Mei.
Sumber : Bisnis Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar