Elektronik-Otomotif Paling Diminati JAKARTA - Meski dibayangi krisis keuangan global dan tahap pemilu yang belum usai, namun investasi pada 2009 masih tetap tinggi. Hal itu terbukti dari angka realisasi investasi sepanjang April 2009. Dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terlihat bahwa total realisasi investasi meningkat 2,1 persen dari Rp 13,82 triliun di April 2008 menjadi Rp 14,11 triliun. Dari jumlah itu kebanyakan yang berani merealisasikan investasinya adalah perusahaan dalam negeri. "Dengan adanya sejumlah ekspansi ini, sektor manufaktur diyakini masih akan mampu tumbuh positif," jelas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Industri Departemen Perindustrian Dedy Mulyadi akhir pekan lalu. Tren positif juga terlihat pada rencana investasi yang sudah diajukan ke BKPM sepanjang kuartal I 2009. Rencana investasi di sektor industri manufaktur mencapai USD 2,429 miliar (Rp 24,775 triliun), meningkat pesat 77 persen lebih dari periode yang sama tahun lalu."Imbas krisis global memang membuat tren ekspansi bisnis dan investasi di sektor manufaktur dunia cenderung menurun. Namun, untuk perusahaan yang berbasis pada pasar lokal, minat investasi itu masih ada bahkan lebih tinggi," jelas Dedy. Menurut Dedy, seluruh rencana investasi itu telah mendapatkan persetujuan dari (BKPM), rencananya akan direalisasikan pada tahun ini. Sektor yang diminati adalah yang mengandalkan basis pasar domestik yakni otomotif, elektronik, petrokimia, semen, dan baja. "Yang fokus pasar dalam negeri masih agresif untuk memperluas kapasitas produksi. Itu sebagai upaya memperkuat penetrasi pasar," tandasnya.Di sisi lain, industri berorientasi ekspor cenderung berkonsolidasi untuk memperkuat modal kerja (cash flow). Sejak adanya krisis keuangan global, banyak industri dalam negeri yang berbasis ekpsor merana karena modal kerja mereka tergerus operasional pabrik. Hal itu terjadi seiring pelemahan permintaan di negara maju yang masih berlanjut. "Order menurun, padahal meraka masih harus gaji pekerja dan lainnya, " kata dia.Sebelumnya, Ketua Komite Tetap Perdagngan Dalam Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Bambang Soesatyo mengatakan, para pengusaha belum berkeinginan untuk berinvestasi pada tahun ini. Dengan kondisi politik ekonomi yang kurang menguntungkan, rencana investasi akan ditunda hingga tahun depan. Adanya masa transisi pemerintahan membuat para pengusaha memilih wait and see. (wir/kim)
Sumber : jawapos.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar