JAKARTA - Belum banyak perempuan yang jadi bupati. Dari jumlah yang sedikit itu, lebih sedikit lagi bupati yang bisa membuat pusing Menteri Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro. Dua kriteria langka itu kini melekat pada sosok Haeny Relawati Rini Widyastuti, bupati Tuban. Keputusan master ilmu politik dari Universitas Gajah Mada (UGM) untuk tidak juga mengeluarkan izin proyek pipanisasi proyek kerja sama (JOB) Petrochina dan Pertamina East Java membuat deadline produksi awal blok Cepu terancam batal. Menteri Purnomo mengatakan, pemerintah pusat melalui Dirjen Migas telah berkali-kali menyurati Bupati Haeny Relawati bahwa pemerintah kabupaten tidak bisa menghambat agenda pembangunan pemerintah pusat yang ingin menaikkan produksi minyak dan gas. "Sudah kita beritahu kepada bupati bahwa tidak bisa menghambat kegiatan untuk gas dan bumi, karena itu merugikan negara. Kalau nanti bupatinya tidak mengindahkan diambil langkah-langkah tegas," katanya.Purnomo tidak menyebutkan langkah tegas yang akan diambil pemerintah pusat. Ia hanya mengatakan, sebagai Menteri ESDM, dia harus mengingatkan Bupati Tuban bahwa ada kebijakan lebih tinggi yang dilakukan oleh pusat dalam kasus izin proyek JOB Petrochina dan Pertamina East Java. "Kalau ini memang tidak diindahkan, saya sebagai menteri ESDM akan ambil langkah-langkah lebih tegas," tegasnya.Radar Bojonegoro (Jawa Pos Group) yang mencoba mengkonfirmasi ancaman Menteri ESDM itu menemui jalan buntu. Upaya menemui Bupati Haeny melalui ajudannya selalu ditolak. Hasil yang sama juga didapat saat melalui jalur Kabag Humas dan Media pemkab Tuban Tri Martojo. ''Langsung ke Bu Tutik (Setda Tuban, Parastuti, Red) mawon,'' Tri Martojo. (owi/ds/jpnn/kim)
Sumber ; Jawapos.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar