Selasa, 10 November 2009

'Program 100 hari KIB II ambisius'

JAKARTA: Program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kurang fokus dan terlalu ambisius dilihat dari target yang ingin diraih dalam kurun waktu tersebut.Penilaian itu disampaikan Muhadjir Effendy, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mengomentari 15 program pemerintah yang dianggap mendesak untuk direalisasikan dalam 100 hari pertama masa kerja KIB II."Jangan lupa, program-program tersebut dilakukan tidak dalam vakum peristiwa, tetapi di tengah-tengah terjadinya peristiwa yang mengitarinya seperti saat ini terjadinya kasus perseteruan KPK vs Polri," kata Muhadjir kemarin.Karena tidak dalam vakum peristiwa, lanjut pakar politik tersebut, maka dampaknya konsentrasi dan energi pemerintah terpecah. Di satu sisi pemerintah harus menjalankan program-programnya, tetapi di sisi lain harus memperhatikan kasus yang terjadi saat ini, seperti adanya gempa dan lainnya.Dengan adanya 15 program yang telah dicanangkan, menurutnya, pemerintah terkesan ingin menangani banyak hal dalam waktu yang pendek."Menurut saya, program superprioritas itu adalah membangkitkan ekonomi sektor riil."Sebelumnya, Presiden SBY mengumumkan 15 program prioritas 100 hari pertama KIB II, antara lain pemberantasan mafia hukum di semua lembaga negara, revitalisasi industri pertahanan, penanggulangan terorisme, pasokan listrik, serta peningkatan produksi dan ketahanan pangan.Dalam perkembangan lain, pelantikan sejumlah wakil menteri dijadwalkan akan dilakukan besok (Rabu). Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan hingga saat ini belum ada kepastian apakah para wakil menteri tersebut akan dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono."Pelantikannya bisa Presiden, bisa didelegasikan, meski belum ada kepastian Presiden yang melantik. Akan tetapi, untuk yang pertama kali mestinya Presiden."Dia menambahkan kewenangan para wakil menteri akan tertuang dalam Keputusan Presiden, yang juga akan diteken Presiden dalam waktu dekat.Wakil menteriSudi menuturkan Presiden akan melantik sekitar enam atau tujuh wakil menteri. Pos-pos yang akan ditempati adalah menteri keuangan, menteri perindustrian, menteri perhubungan, menteri pertahanan, dan menteri pertanian. Dia memastikan pejabatnya adalah pegawai negeri sipil.Sementara itu, pelantikan Kepala BKPM terpilih Gita Wirjawan yang semula dijadwalkan kemarin urung dilakukan, kendati Keputusan Presiden mengenai pengangkatan Gita telah diteken pekan lalu.Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa pekan lalu menyebutkan dia akan melantik Gita di kantornya, Senin.Hatta mengatakan Keputusan Presiden mengenai pengangkatan Gita telah diteken pekan lalu sehingga pejabat tersebut sudah dapat bekerja dan tidak perlu menunggu pelantikan."Banyak sekali pelantikan itu 3 bulan kemudian [setelah Keppres diteken]. Tapi kalau Keppres itu sudah turun, sudah harus bekerja," ujarnya. (k24/ Ratna Ariyanti)

Tidak ada komentar: