Selasa, 10 November 2009

2014 Bisa terjadi krisis jumlah guru

JAKARTA: Departemen Pendidikan Nasional mengungkapkan Indonesia akan mengalami krisis jumlah guru pada 2014 jika minat generasi muda untuk menekuni profesi ini masih tetap rendah.Menurut Dodi Nandika, Sekjen Depdiknas, diperlukan terobosan untuk menjaring minat masyarakat menjadi guru dan hal itu menjadi salah satu program 100 hari Mendiknas."Terobosannya dengan mempercepat proses pengangkatan CPNS [calon pegawai negeri sipil] dan tersedia beasiswa bagi calon guru. Kami mengakui dan menyadari rendahnya minat generasi muda untuk menjadi guru maka dengan beasiswa masyarakat berminat untuk berprofesi sebagai guru," ungkapnya, pekan lalu.Dodi menuturkan lebih dari 700.000 guru akan memasuki masa pensiun karena mereka sudah berusia 48 tahun-50 tahun, sehingga harus diantisipasi sejak dini agar Indonesia terhindar dari krisis tenaga pendidik dalam jangka 5 tahun ke depan.Apalagi selain minat untuk menjadi guru rendah, kata dia, sarjana yang memilih profesi guru itu mayoritas bukan yang terbaik di bidangnya. Oleh karena itu Depdiknas menyediakan beasiswa bagi calon guru.Depdiknas juga bakal membangun asrama untuk pendidikan guru guna membentuk karakter guru seperti membangun moralitas dan berbudaya santun."Seorang pendidik harus memiliki nilai lebih, sehingga dapat mentransfer ilmu dengan baik kepada anak didiknya,'' jelasnya.Bagi guru yang bertugas di daerah terpencil, tambah Dodi, pemerintah bakal menaikkan insentif. Penambahan insentif itu di luar tunjangan profesi maupun tunjangan khusus, sehingga kesejahteraan mereka benar-benar terjamin.Tahun depan, Depdiknas menargetkan 100.000 guru untuk mengisi kekosongan dari mereka yang sudah pensiun dan secara bertahap, penambahan guru bakal dilakukan."Peluang ini tak hanya terbuka buat guru PNS, juga guru lain. Dengan demikian, dalam waktu 5 tahun ke depan, kekosongan itu dapat terisi. Jangan sampai zero growth."Dia menuturkan sampai dengan saat ini, baru 50,77% guru yang berpendidikan S1 atau D4 dan dari jumlah tersebut hanya 23,08% yang bersertifikat dan baru 14,92% dosen yang memiliki sertifikat.Mengenai rasio jumlah guru yang ada saat ini sudah lebih dari cukup. Bahkan rasio guru dan siswa SMP saja saat ini sudah 1:15. Ini lebih besar dari rasio guru dan siswa di Jepang dan Korea Selatan yang hanya 1:20.Oleh Hilda Sabri SulistyoBisnis Indonesia


Tidak ada komentar: