Senin, 09 November 2009

Kebutuhan belanja RI 2014 diduga Rp1.700 triliun

JAKARTA (Bisnis.com): Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan kebutuhan belanja negara akan mencapai Rp1.700 triliun pada 2014.


Sesmenneg PPN/Setama Bappenas Syahrial Loetan mengatakan bila memperhatikan besaran belanja negara pada 2010 yang sekitar Rp1.000 triliun, maka pada 2014 akan meningkat menjadi Rp1.700 triliun.

“Katakanlah kalau pertumbuhan belanja 7% paling tidak kan berkorelasi dengan nilai itu. Jadi pada akhir tahun RPJMN [2014] mungkin belanja negara kita sudah mencapai Rp1.700 triliun,” katanya di sela-sela acara rapat kerja penyusunan RPJMN 2010--2014 di Gedung Bappenas, hari ini.

Sebelumnya, Menneg PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan pemerintah telah menyiapkan tiga skenario asumsi makro ekonomi sebagai acuan pembangunan jangka menengah hingga 2014.

"Asumsi makro ada tiga skenario yang disiapkan Bappenas. Low [rendah], menengah, dan tinggi. Ada perhitungannya masing-masing, tapi kisarannya saya lupa," jelasnya.

Untuk pertumbuhan ekonomi, kata Armida, Bappenas lebih optimistis dibandingkan janji kampanye Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Boediono yang hanya mematok pada kisaran 6%--6,5% rata-rata per tahun selama 5 tahun. Sedangkan Bappenas melihat potensi yang lebih tinggi, yakni berkisar antara 6,3%--6,8% per tahun hingga 2014.

"Minimal growth-nya 7% pada 2014 karena ada faktor eksternal dengan tanda-tanda lebih optimistis. Pemulihan ekonomi dunia mulai [terjadi], ekspor mulai positif dan ada prioritas dari National Summit terkait debotlenecking," paparnya.

Dari sisi belanja, Armida menuturkan kebutuhan anggaran akan terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Artinya, bila tahun ini anggaran belanjanya sebesar Rp1.000,8 triliun dan Rp1.048,6 triliun pada 2010, maka dipastikan anggarannya akan di atas nominal tersebut di 3 tahun berikutnya.(er)

Tidak ada komentar: