Selasa, 10 November 2009

Daerah perlu genjot layanan pariwisata

JAKARTA: Pemerintah mendorong daerah dan industri pariwisata untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat hingga dapat merealisasikan target 7 juta orang wisatawan mancanegara (wisman) pada 2010."Banyak cara yang dapat dipergunakan pemerintah daerah dan industri pariwisata untuk membantu pemerintah pusat mendapatkan wisatawan sebanyak mungkin dan melayani masyarakat," ujar Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) Sapta Nirwandar, akhir pekan lalu.Pada tahun depan, lanjutnya, Indonesia akan menaikkan target kunjungan wisman menjadi sekitar 7 juta orang atau sekaligus sebagai target optimistis pada 2010 dengan target moderat 6,7 juta orang dan target pesimistis 6,4 juta orang.Menurut Sapta, Indonesia merupakan satu dari sebagian kecil negara di kawasan Asia Pasifik yang sektor pariwisatanya tumbuh positif seperti halnya Malaysia dan Korea.Di tengah lesunya pertumbuhan pariwisata Asia Pasifik, tercatat pada Januari-Agustus 2009, sektor pariwisata Indonesia tumbuh 1,38% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi sekaligus Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Warsawa, Polandia Timoer Poerwonggo menilai Indonesia perlu menyadari potensi pariwisatanya karena merupakan industri terbesar di dunia.Pasalnya, melibatkan berbagai macam sektor perekonomian di suatu negara, tetapi pengelolaannya kurang memadai.Dia mencontohkan pariwisata Polandia yang begitu tertata rapi, di mana di setiap daerah di satu kota saja, wisatawan akan menemukan pusat kebudayaan masing-masing daerah.Misalnya di Gdansk, sebuah kota yang memiliki sejarah besar bagi Polandia dan bisa dibilang sebagai Kota Pahlawan seperti Surabaya di Indonesia.Wisatawan yang datang ke kota tersebut, ujar Poerwonggo mencapai 17 juta orang per tahun. Jumlah itu sudah melebihi jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia yang hanya mencapai 7 juta orang.Industri pariwisata di Indonesia sendiri, dinilai kurang dalam hal promosi."Promosi pariwisata itu seharusnya dilakukan oleh orang atau badan yang benar-benar tahu mengenai bisnis, karena pariwisata sendiri adalah industri yang besar," ungkapnya kepada Bisnis di Surabaya akhir pekan lalu, saat mendampingi kunjungan 24 orang pengusaha Polandia. (k4)Oleh R. FitrianaBisnis Indonesia

Tidak ada komentar: