JAKARTA: Moody’s Investor Service, lembaga pemeringkat internasional, menaikkan prospek utang Indonesia dari stabil ke positif atas peringkat yang tidak berubah di posisi Ba3.Selain memperbaiki outlook tersebut, Moody's juga menaikkan prospek pinjaman swasta dalam bentuk valas dari stabil ke positif yang saat ini berperingkat B1. Akan tetapi, prospek pinjaman pemerintah dalam bentuk valas yang kini mendapat peringkat Ba2, tetap memperoleh penilaian stabil."Perbaikan prospek ini didorong oleh prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif kuat dan meningkatnya efektivitas kerangka kebijakan makroekonomi," ujar Vice President dan Sovereign Analyst Moody's Aninda Mitra dalam siaran pers yang diterima Bisnis, kemarin.Kendati berada di tengah resesi global, Indonesia diperkirakan tetap mencapai pertumbuhan 4% tahun ini. Menurut Mitra, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif baik tersebut terutama ditopang oleh permintaan domestik yang kuat dan keseimbangan ekonomi dengan momentum investasi yang tidak rentan menghadapi perdagangan global dan guncangan finansial."Meningkatnya aktivitas ekonomi atas tren akhir-akhir ini [pertumbuhan] sebesar 5,5% diharapkan bisa terjadi pada 2010. "Dia yakin dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan lebih stabil dan berada pada posisi lebih baik daripada negara regional lain yang banyak mendapat peringkat Ba.Lembaga itu juga menyoroti pengelolaan kerangka makroekonomi yang meningkat dan efektivitas kebijakan proreformasi akan bisa bertahan lebih lama dibandingkan dengan siklus pemilu. “Perkembangan itu menandakan kredibilitas pertumbuhan dan proyeksi dari kebijakan pemerintah,” kata Mitra.Risiko turunMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai peningkatan outlook utang Indonesia versi Moody's ini menegaskan risiko perekonomian Tanah Air jauh lebih kecil dari yang diperkirakan oleh negara-negara acuan."Outlook Moody's atas rating sovereign dari stabil menjadi positif, artinya tingkat risiko menurun. Ini mengonfirmasi kebijakan utang dan defisit secara objektif dan bisa dipertangungjawabkan," jelasnya.Dengan begitu, lanjutnya, dari sisi ketahanan ekonomi, Indonesia dianggap sudah membaik. Menurut Sri Mulyani, perbaikan itu terutama dari sisi neraca pembayaran yang menunjukkan aliran modal masuk lebih baik dibandingkan dengan kondisi awal.Di sisi lain, Moody’s menyebutkan perbaikan fundamental kredit juga menjadi faktor penting lain yang mendorong dilakukannya perubahan proyeksi. “Utang pemerintah dan swasta Indonesia diperkirakan turun menjadi 31% dan 25% dari PDB hingga akhir 2009,” kata Mitra. (16)
Oleh Achmad ArisBisnis Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar