Senin, 08 Juni 2009

Menguji janji para capresPerekonomian nasional dipengaruhi dua faktor

Selasa, 09/06/2009
Untuk menarik perha?ti?an pemilih, sebelum gong kampanye ditabuh, calon presiden (capres) mulai tebar pesona de?ngan mengobral ber?bagai janji mulai dari pe?nurunan tingkat peng?angguran sampai de?ngan tingkat pertum?buh?an ekonomi yang cukup tinggi.Untuk janji yang terakhir ini, pa?sang?an Jusuf Kal?la-Wiranto menjanjikan tingkat pertumbuhan 8%, Su?silo Bambang Yudhoyono-Boe?diono 7%, pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo menjan?ji?kan di atas dua digit.Tulisan ini akan mengulas se?pu?tar janji capres dalam konteks per?tumbuhan ekonomi saja, se?bab jika tingkat pertumbuhan eko?nomi dapat tercapai, tentu?nya? janji-janji lainnya akan mu?dah dicapai. Bukankah dengan per?tumbuhan ekonomi yang ting?gi, otomatis akan mencipta?kan lapangan kerja yang tinggi, demikian pula dengan ting?kat kemakmuran rakyat.Pertanyaan yang mendasar ada?l?ah realistiskah pertumbuh?an ekonomi yang dijanjikan ketiga capres tersebut? Secara jujur, ti?dak gampang untuk menjawab per?tanyaan ini. Banyak faktor yang akan memengaruhi tingkat per?tumbuhan ekonomi 5 tahun mendatang.Pertama, dunia kini masih da?lam situasi krisis global yang be?lum jelas kapan akan berakhir. Bah?kan, menurut berbagai ana?lis, negara-negara di kawasan As?ia Tenggara akan menghadapi ma?sa sulit seiring dengan pelam?ban??an ekonomi di AS. Negara-ne???gara Asia akan berkompetisi un??tuk memperebutkan kue yang se??makin kecil apabila impor AS mengecil.?Asian Development Bank (ADB) juga tengah memangkas pro??yeksi pertumbuhan ekonomi ne?gara-negara di kawasan Asia un?tuk tahun 2009. Eko?nomi Asia diprediksi men?ca?pai ti?tik terburuknya se?jak krisis fi?nansial 1997/1998. ADB mem?per??kirakan perekonomian Asia ha??nya akan tumbuh 3,4% pada 2009, atau turun ta?jam di?ban??ding??kan dengan pertumbuh?an eko?nomi Asia tahun lalu yang men?capai 6,3% dan 9,5% pada 2007.Kedua, selain dipengaruhi re?sesi global, pertumbuhan ek?o?no?mi juga akan dipenga?ruhi per?kem?bangan har??ga minyak. Data ter???akhir menunjukkan bah??wa pa?da minggu keempat Mei, har?ga minyak dunia kembali me?nanjak mendekati US$60 per ba?rel, atau tepatnya US$57,78 per ba?rel dari posisi se?belumnya US$49,73 per berel (1 Mei 2009).Harga minyak mentah dunia di???prediksi terus bergerak na??ik dan kemungkinan akan me??nem?bus level US$75-US$80 per barel. Bahkan, Arab Saudi ju?ga telah memperingatkan ke?mung?kinan harga emas hitam itu bisa men?dekati rekor tertinggi US$150 per barel, seperti 2008, pada 2 sampai 3 tahun men??datang.Dunia sedang menghadapi kem???bali meroketnya harga mi?nyak setelah terbanting ke titik te?r?endah sebagai akibat me?le?mah????nya permintaan dunia akan energi akibat melambatnya per?eko?nomian global.Maizar Rahman, mantan gu?ber??nur OPEC, memperkirakan ba??tas atas harga minyak mentah US$70 per barel pada 2010. Per?ki??raan ini didasarkan atas perki?ra??annya pada faktor kembali na?ik??nya permintaan dunia akan mi???nyak dan kondisi geopolitik di Timur Tengah dan Nigeria be?lum stabil.Kenaikan ini kemungkinan juga dipicu oleh me?nguat?nya pendapatan di sektor ritel Ame?rika yang menunjukkan ra?por yang le?bih baik dari yang di?perkira?kan sebelumnya. Hal ini ju?ga me?nandakan bahwa ke?me?ro??sot?an pembelian konsumen Ame??ri?ka kemungkinan akan ber???akhir.Ekonomi ASTerdapat pula dugaan bahwa in?vestor mulai berjibaku untuk me?mulihkan perekonomian AS se?dikit demi sedikit. Namun, ter???da?pat pula keraguan da?ri se?jum?lah trader bahwa per?eko?no?mian Amerika yang terbesar di du?nia itu sudah mulai kem?bali pulih.Informasi berkenaan dengan per?sediaan minyak mentah Ame?rika beragam. Menurut Energy In?formation Administration un?tuk minggu kedua April, suplai mi?nyak mentah meningkat 1,7 ju?ta barel menjadi 361 juta barel, atau naik 15,2% dari level tahun lalu.Survei yang dilakukan oleh Platts, McGraw-Hill Cos, menun?juk?kan bahwa analis mempre?dik?si persediaan akan bertambah se?be?sar 2,3 juta barel. Persediaan gasoline naik sebesar 600.000 ba?rel menjadi 217,4 juta barel, 1,4% di bawah level tahun lalu. Analis memprediksi persediaan un?tuk bahan bakar minyak akan me?nyusut sebesar 1,5 juta barel.Dalam rangka mengantisipasi meroketnya harga minyak dunia ini, kelompok negara maju yang ter?gabung dalam G-8, sebagai?ma?na dikatakan oleh Menteri Energi Amerika Serikat, Steven Chu, meminta agar para negara pro?dusen menstabilkan harga mi?nyak mentah dunia, karena di?khawatirkan akan mengganggu upaya pemulihan ekonomi.

Tidak ada komentar: