Rabu, 10 Juni 2009

Peresmian Suramadu diwarnai demo 7 tuntutan

Rabu, 10/06/2009 11:03 WIB
Peresmian Suramadu diwarnai demo 7 tuntutan
BANGKALAN (Antara): Aksi demo pada peresmian jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Menggugat (AMM), hari ini, diwarnai aksi saling dorong antara pihak demonstran dan petugas keamanan. Aksi saling dorong ini terjadi, karena mahasiswa memaksa masuk ke lokasi peresmian jembatan di Bangkalan, tapi dihadang oleh polisi. Pendemo memaksa untuk mendekati lokasi peresmian jembatan Suramadu sehingga terjadi aksi saling dorong.Aksi ini tidak berlangsung lama, karena jumlah demonstran dengan jumlah petugas keamanan tidak sebanding. Para demonstran akhirnya mundur pelan-pelan setelah sebelumnya membacakan pernyataan sikap."Kami datang ke sini ini hanya untuk meminta kepada pemerintah, agar tidak menjadikan jembatan Suramadu sebagai bisnis belaka," kata koordinator lapangan (korlap) aksi, Erfandi. Ada tujuh tuntutan yang disampaikan demonstran pada aksi kali ini, yang disebut dengan "Tugu Rama" (tujuh gugatan rakyat Madura). Antara lain, meminta pemerintah menghapus privatisasi aset, mewujudkan kontrak antara masyarakat dan pemerintah terkait eksploitasi sumber daya alam (SDA), dan meminta adanya transparansi pembebasan lahan pasca-Suramadu.Tuntutan selanjutnya adalah meminta pemerintah membentuk peraturan daerah (Perda) asosiasi sosial, memberdayakan sektor pertanian dan transparansi kebijakan tata ruang.Aksi demo yang digelar mahasiswa dari berbagai fakultas Unijoyo tersebut, memacetkan arus lalu lintas di sekitar kaki jembatan Suramadu. (ln)
sumber: bisnis indonesia

Tidak ada komentar: