Perbankan nasional mengalami anomali. Di tengah melimpahnya likuiditas, bank-bank tidak juga menurunkan suku bunganya. Selisih antara dana masyarakat dan kredit se?pan?jang tahun ini rerata sekitar Rp430 triliun. Pa?da periode yang sama, dana perbankan yang di?ti?tipkan ke sertifikat Bank Indonesia (SBI) rerata ni?lainya di atas Rp210 triliun, sementara total aset per?bankan rerata sekitar Rp2.300 triliun. Artinya dana perbankan yang idle mencapai lebih dari 9% dari total aset.Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) te?lah turun sebesar 250 basis poin, sementara pada periode yang sama suku bunga dasar kredit ha?nya terkoreksi sebesar 78 basis poin menjadi 13,49%. Meskipun beberapa bank sudah mulai me?nurunkan bunga kredit pemilikan rumah (KPR), nyatanya bunga kredit konstruksi dan beberapa jenis kredit lainnya masih enggan tu?run.Kondisi ini telah membuat geram para peng?usa?ha. Mereka sulit melakukan ekspansi terken?dala oleh tingginya suku bunga kredit. Dan bankir pun dituding mau untungnya sendiri de?ngan menetapkan suku bunga tinggi.Pertanyaan yang harus dicari ja?wabannya adalah mengapa hal ini bisa terjadi?Sikap trauma para bankir ter?hadap krisis finansial tam?pak?nya telah membuat kepercayaan antarbank menjadi luntur. Bank sangat memilih da?lam me?nyalurkan dana antarbank-karena tidak adanya ja?minan pemerintah-sehingga membuat biaya da?na menjadi tetap tinggi. Sementara masalah li?kuiditas menjadi prioritas utama bank. Ting?gi?nya risiko bisnis dan risiko politik masih men?jadi perhatian para bankir.Harian ini melihat selama ini bank lebih ba?nyak dijalankan dengan memakai horizon jangka pend?ek. Bank tidak beda dengan bisnis ke?uangan lainnya, yaitu untuk mendapatkan ke?untungan secara cepat.Bank sebenarnya adalah bisnis jangka panjang dan wajib memiliki kredibilitas tinggi di mata na?sabah dan masyarakat. Untuk mewujudkannya, di?perlukan investasi infrastruktur yang kuat di bi?dang teknologi, sistem, jaringan cabang, produk dan layanan jasa perbankan, hingga SDM.Melalui pembangunan fondasi yang kuat ma?ka bank akan menjadi lembaga keuangan mo?dern? dan tidak lagi terlalu mengandalkan kredit un?tuk mendapatkan laba.Seperti di negara maju, bank harus menjadi alat dan sistem pembayaran masyarakat melalui produk dan layanan, teknologi, serta jaringan cabangnya. Bank bisa mengandalkan pendapatan dari fee based dari berbagai transaksi perbankan. Dengan fondasi yang kuat maka secara jangka panjang bank akan mampu berkembang dan menguntungkan melalui berbagai jasa layanan perbankan.
sumber: bisnis indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar