JAKARTA (bisnis.com): Kepadatan penduduk masih menjadi tantangan bagi Pemerintah China dalam mengembangkan ekonomi yang dapat langsung meningkatkan pendapatan per kapita.Dubes China untuk Indonesia Zhang Qiyue mengatakan meskipun sejak beberapa tahun terakhir laju pertumbuhan ekonomi China tercepat di dunia, pendapatan per kapita penduduk di negara itu masih rendah.Tahun lalu, paparnya, pendapatan per kapita penduduk mencapai US$3.000. Kondisi ini menyebabkan China masih tergolong negara berkembang. Padahal Produk Domestik Bruto (PDB) China pada tahun 2007 tumbuh 13% sehingga menggantikan posisi Jerman sebagai negara pemilik PDB terbesar di dunia. "Kami terus berupaya meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan pendapatan sehingga kenaikan PDB sejalan dengan peningkatan pendapatan masyarakat," ujarnya kepada Bisnis seusai memberikan kuliah umum Universitas Paramadina bertajuk The World Leading Transformers, How They Did and What Next, hari ini.Dia mengatakan salah satu kunci keberhasilan China dalam mendorong pertumbuhan ekonomi adalah konsisten dan fokus menjalankan rencana pemerintah jangka panjang. Sebelum dijalankan, paparanya, pemerintah sudah memastikan kebijakan itu dapat diterima dan dilaksanakan masyarakat. Zhang menambahkan setelah berhasil menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, ke depan, pihaknya juga akan berkonsentrasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sosial lain. Di tempat yang sama, Wijayanto, Wakil Rektor Universitas Paramadina mengemukakan China dan Indonesia memiliki beberapa persamaan di bidang ekonomi dan sosial. (tw)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar