JAKARTA: Kepala Negara meminta pemerintahan terpilih periode 2009-2014 melanjutkan pembangunan dengan mengaitkan rencana dan pencapaian kinerja ekonomi yang telah dihasilkan hingga tahun ini.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan pentingnya upaya dalam negeri untuk bersama-sama mengatasi krisis, di samping langkah global dan regional serta melanjutkan manajemen krisis.Dia berharap penyusunan rencana kerja pemerintah, rencana kerja pemerintah daerah, RAPBN, dan RAPBD dilakukan dengan menggunakan pertimbangan tepat."Karena negara kita ini utuh, pemimpin datang dan pergi dalam dunia politik, tetapi master policy, grand strategy, hal-hal yang fundamental terus dilakukan," ujarnya dalam pembukaan musyawarah perencanaan pembangunan nasional 2009, kemarin.Yudhoyono menilai resesi perekonomian di sejumlah negara maju telah mencapai titik terendah dan bersiap untuk menggeliat kembali. Jika kondisi ini terus membaik, kondisi perekonomian global diharapkan pulih pada 2011.Dalam kesempatan yang sama, Wapres Jusuf Kalla menegaskan dengan konsep pembangunan yang terarah, siapa pun yang memerintah pada masa datang, Indonesia akan memiliki kemampuan fiskal lebih besar dari 5 tahun sebelumnya.Kekuatan fiskal tersebut akan berasal dari penurunan pengeluaran negara yang selama ini menggerogoti APBN. Dia mengatakan selama ini sebelum APBN digunakan, pemerintah sudah harus mengeluarkan 40% dari anggaran untuk membiayai subsidi, bunga utang, dan utang pokok.Menurut Kalla, mulai tahun depan pemerintah sudah tidak lagi mengeluarkan banyak subsidi seperti untuk BBM yang mencapai Rp50 triliun per tahun dan kebutuhan subsidi listrik sebesar Rp75 triliun per tahun."Siapa pun yang memerintah, [mulai] tahun 2010 pemerintah akan punya kemampuan fiskal lebih besar karena kita punya kemampuan dalam menurunkan pengeluaran yang tidak perlu," ujarnya.Selain penambahan fiskal tersebut, pertumbuhan ekonomi juga akan mengalami peningkatan karena sejumlah pembangunan infrastruktur sudah selesai pada tahun depan, termasuk program penambahan kapasitas listrik 10.000 MW tahap pertama.Adapun faktor lain yang akan menopang kelanjutan pertumbuhan ekonomi adalah terjadinya peningkatan pemerataan pusat pertumbuhan ekonomi ke daerah-daerah. Hal itu terjadi setelah diberlakukannya sistem otonomi daerah.Wapres juga menjamin dirinya dan Presiden Yudhoyono akan tetap bersama-sama hingga akhir masa jabatan. Di sisi lain, dia mengaku tidak memiliki niat untuk maju sebagai capres demi bersaing dengan presiden saat ini pada pilpres 2009, namun nasib berkata lain. "Kita bedakan yang mana urusan politik dan mana urusan negara. Sebenarnya tidak ada rencana awal seperti itu, tetapi nasiblah yang menentukan," katanya.Penuhi RPJMNPaskah Suzetta, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, mengklaim pemerintah telah berhasil mencapai kemajuan dalam seluruh agenda pembangunan yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009.Seluruh agenda pembangunan yang dimaksud adalah mewujudkan Indonesia yang aman, adil dan damai, mewujudkan RI yang adil dan demokratis, serta mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.Kesimpulan itu, ujar Paskah, merupakan hasil evaluasi Bappenas terhadap pelaksanaan RPJMN periode 5 tahun terakhir.Untuk agenda pembangunan yang pertama, pemerintah telah melaksanakannya sehingga kondisinya jauh lebih baik dibandingkan dengan ketika masa pemerintahan terbentuk pada 2004.Dia mencontohkan konflik dan ketegangan antarkelompok masyarakat kini makin berkurang. Ketika masa pemerintahan terbentuk, berbagai konflik sempat terjadi di Aceh, Papua, Maluku, Maluku Utara serta Poso.Dalam agenda mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis, pemerintah juga dinilai telah mencapai kemajuan berarti. Dia mencontohkan indeks persepsi korupsi makin membaik.Prinsip good governance juga dinilai telah mampu meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, seiring dengan berkurangnya penyalahgunaan kewenangan dan penyimpangan oleh aparatur birokrasi.Khusus agenda pembangunan terakhir, meski juga mengalami kemajuan, dia menilai pemerintah masih perlu meningkatkan pencapaiannya terutama terkait dengan pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran. (16/dewi astuti) (ratna.ariyanti@bisnis.co.id/john.andhi@bisnis.co.id)Oleh Ratna Ariyanti & John Andhi OktaveriBisnis Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar