JAKARTA (Antara): Koordinator Nasional Koalisi Kerakyatan Jumhur Hidayat mengatakan ancaman keluar dari koalisi Partai Demokrat oleh sejumlah parpol yang kecewa terhadap cawapres Boediono cuma gertak sambal.Elite parpol pendukung koalisi yang dipimpin Partai Demokrat diharapkan bersikap lebih dewasa dalam berpolitik dengan menyadari bahwa penentuan cawapres adalah hak prerogatif capres, apalagi posisi Partai Demokrat, sebagai pimpinan koalisi, ujar Jumhur Hidayat kepada wartawan di Jakarta, hari ini.Dia menanggapi manuver sejumlah elite politik menjelang deklarasi SBY-Boediono di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung besok."Marilah kita semua dewasa dalam berpolitik. Kita ciptakan suasana yang kondusif. Janganlah pragmatisme sesaat yang dikedepankan," katanya.Dia menilai manuver elite parpol yang mengancam keluar dari koalisi Partai Demokrat hanya "gertak sambal". Pada akhirnya mereka akan gabung bersama Partai Demokrat untuk mengusung duet SBY-Boediono."Saya kira di tikungan terakhir, semuanya akan berbalik arah. Kembali gabung dengan Partai Demokrat," katanya.Meski demikian, Jumhur memberi apresiasi kepada Soesilo Bambang Yudhoyono. Sebagai capres, Yudhoyono mampu menunjukkan ketegasan serta `performance` dalam memilih cawapres."Walau banyak badai politik, SBY tetap pada pendirian. Ini bukti bahwa SBY bukan sosok peragu, apalagi penakut," katanya.Dia menjelaskan, pilihan Soesilo Bambang Yudhyono kepada Boediono menunjukkan bahwa dia memprioritaskan pembangunan ekonomi. Figur Boediono memiliki kemampuan untuk mengatasi makro ekonomi."Kalau makro beres, pertumbuhan sektor riil jalan. Artinya, pilihan SBY nggak main-main," katanya.Saat ini, kata dia, kondisi ekonomi Indonesia cukup lumayan di banding negara lain. Angka pertumbuhan ekonomi mencapai 4,5%. "Sementara Singapura, Eropa banyak yang minus. Saya kira, sukses SBY wajib diteruskan," katanya.Ke depan, kata Jumhur, Koalisi Kerakyatan siap menyukseskan pemenangan Yudhoyono-Boediono. Saat ini, koalisi yang merangkul kalangan LSM, buruh, petani dan nelayan, sudah berdiri di seluruh Indonesia."Kita lebih banyak untuk bergerak di bawah tanah. Yang penting bagaimana Indonesia lebih baik. Nasib buruh, tani, nelayan semakin baik. Termasuk dunia LSM, mampu menjadi mitra strategis dengan pemerintah," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar