Kamis, 07 Mei 2009

Program antikemiskinan lemah

JAKARTA: Hendri Saparini, ekonom Econit, menyatakan sebanyak 70% program antikemiskinan yang dibiayai melalui pinjaman dari Bank Dunia terbukti kurang efektif.Menurut dia, program tersebut bahkan berpotensi menimbulkan konflik, contohnya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri yang pendistribusiannya dibebankan ke pemerintah daerah. "Seharusnya ada kebijakan yang sentralistik. Kalau melibatkan banyak unsur akan muncul perdebatan sehingga program tidak jalan dan daya saing tak akan terkejar," katanya, kemarin.Hendri juga menyesalkan anggaran pengurangan kemiskinan yang selalu meningkat setiap tahunnya dalam 5 tahun, tetapi angka kemiskinan hanya berkurang 1 juta. (Bisnis/16)

Tidak ada komentar: