JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai membuka lelang pengadaan barang dan jasa untuk pemilihan presiden (pilpres). Pengadaan logistik pilpres itu dibagi dalam tiga jenis tender, yakni surat suara, tinta, dan segel untuk pilpres.Wakil Kepala Biro Logistik KPU Boradi mengatakan, pembukaan lelang akan mencari perusahaan yang berminat pada tiga item barang tersebut. Perusahaan pemenang lelang direncanakan untuk menandatangani kontrak pada 5 Juni mendatang. "Pengumuman pemenang disampaikan pada 25 Mei nanti," kata Boradi di gedung KPU, Jakarta, kemarin (6/5).Meski jumlah daftar pemilih untuk pilpres belum ditetapkan, biro logistik saat ini harus segera mengadakan logistik itu. Sebab, waktu yang tersedia sangat sedikit. Saat ini, biro logistik mengasumsikan jumlah pemilih yang akan berpartisipasi pada pilpres mendatang 175 juta orang. "Waktunya kan tidak selama saat"pemilu (legislati, Red). Makanya, (lelang) dibuka sekarang," jelasnya.Boradi mengatakan, pendaftaran dan pengambilan dokumen dilakukan pada 6-15 Mei 2009 di kantor KPU. Kemudian, penjelasan dokumen dilakukan pada 12 Mei 2009. Surat penawaran dimasukkan pada 13-18 Mei 2009. Surat penawaran dibuka pada 18 Mei 2009.Ketika ditanya tentang perusahaan yang masuk daftar hitam pascapileg lalu, Boradi mengatakan, KPU tidak memasukkan perusahaan dalam daftar hitam. Seperti diketahui, beberapa perusahaan peserta lelang pengadaan logistik pemilu legislatif bermasalah. Misalnya, melakukan subkontrak atau terlambat menyelesaikan pekerjaan. "Sampai sekarang, belum ada black list," jelasnya singkat. (bay/agm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar