JAKARTA: Realisasi penerimaan pajak hingga April 2009 mencapai Rp58,7 triliun atau masih cukup tinggi sehingga pemerintah belum akan mengubah sejumlah indikator makroekonomi.Anggito Abimanyu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan, mengungkapkan pendapatan negara dari pajak sepanjang bulan lalu menunjukkan hasil positif.Salah satu penyumbang penerimaan pajak berasal dari pajak penghasilan (PPh) migas. Realisasi itu melampaui realisasi periode yang sama tahun lalu, kendati detailnya belum bisa diungkapkan."Untuk sementara asumsi makronya bisa dipertahankan. Artinya kita masih optimistis terhadap proyeksi penerimaan [pajak] 2009. Sebelumnya saya pikir ada koreksi cukup besar terhadap penerimaan April," jelasnya kemarin.Penerimaan pajak April, lanjut Anggito, bisa menjadi indikasi awal atas terjadinya pemulihan pemulihan ekonomi di sektor korporasi. "Tapi yang pasti bulan April ini masih sangat positif. Saya akan breakdown satu per satu, baik sektor maupun jenis pajaknya."Saat dikonfirmasi soal realisasi penerimaan ini, Direktur Jenderal Pajak Darmin Nasution mengku belum mengetahui angka penerimaan pajak pada April 2009 karena masih menunggu konfirmasi dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan."Data penerimaan pajak harus tunggu konfirmasi dari perbendaharaan. Saya nggak boleh pakai prediksi karena ini uang negara. Apalagi ini akan dipakai untuk menyusun APBN-P [2009]," katanya saat ditemui di gedung DPR, kemarin.Penyampaian SPTTerkait penyampaian surat pemberitahuan (SPT) tahunan pajak penghasilan (PPh) badan yang batas waktunya berakhir pada 30 April lalu, Darmin mengatakan kebanyakan wajib pajak (WP) badan pasti sudah menyampaikan SPT-nya."Kalau data pastinya saya belum cek. Tapi kalau WP badan dasarnya dia sudah punya NPWP. Bagaimana mau punya perusahaan kalau nggak punya NPWP, bahwa ada yang belum laporkan SPT badan selalu ada tetapi itu kecil jumlahnya."Penerimaan neto yang masuk ke Direktorat Jenderal Pajak sejak Januari hingga Maret sebesar Rp113,75 triliun atau tumbuh 1,92% dari periode yang sama tahun lalu.Penerimaan tersebut terdiri atas PPh nonmigas Rp60,65 triliun (12%), PPN dan PPnBM Rp39,25 triliun (4,41%), PBB Rp523,24 miliar (28,9%), BPHTB Rp840,78 miliar (3,1%) dan pajak lainnya Rp672,95 triliun (1,47%).Anggito sebelumnya menyebutkan salah satu acuan pemerintah untuk melihat urgensi penyusunan APBN-P 2009 adalah realisasi penerimaan pajak. Pantauan itu juga terkait dengan selesainya laporan penyampaian SPT pajak untuk PPh orang pribadi dan badan, setelah pemberian beberapa insentif.Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pernah mengutarakan dalam kondisi perekonomian saat ini, pencapaian pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat menjadi indikator paling berisiko untuk meleset. (15/16)Bisnis Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar