KRITIK tentang lambannya pengembangan kawasan Suramadu mulai direspons. Pemprov Jatim berencana membahas pembangunan kawasan di kaki-kaki Jembatan Suramadu bersama delapan menteri terkait. Yang sudah dipastikan, pengembangan kaki sisi Madura lebih diprioritaskan daripada Surabaya.Rombongan Pemprov Jatim akan dipimpin langsung oleh Gubernur Soekarwo. "Kami berharap bisa menemukan solusi tepat dalam memanfaatkan lahan di kaki Suramadu. Kami bakal melibatkan pemerintah daerah setempat," kata Soekarwo di gedung Grahadi kemarin (16/5).Dia menambahkan, kawasan pembangunan kaki Suramadu sisi Madura bakal lebih luas daripada rencana semula. Jika sebelumnya hanya disiapkan lahan seluas 600 hektare, kini kebutuhannya meningkat dua kali lipat, menjadi 1.200 hektare. Rinciannya, di sekitar kaki jembatan disediakan 600 hektare untuk sektor industri, perdagangan, dan perkantoran. Sedangkan 600 hektare lain disiapkan di kawasan Tanjung Bumi, Bangkalan. Kawasan itu bakal disulap menjadi pelabuhan yang mampu menampung kapal-kapal besar sehingga bisa menopang roda perindustrian lokal. Pengembangan kawasan Suramadu memang sering menuai kritik, terutama dari anggota DPRD Jatim. Sebab, Jembatan Suramadu yang menghabiskan dana lebih dari Rp 4 triliun tersebut sudah hampir beroperasi. Bahkan, pemerintah berencana meresmikan jembatan itu pada 10 Juni mendatang. Anehnya, pengembangan kawasan sama sekali belum dilaksanakan. Menurut Soekarwo, dalam pembahasan kawasan Suramadu, para menteri diharapkan bisa memberikan kontribusi yang signifikan. Enam di antara delapan menteri yang dijadwalkan ikut dalam pembahasan tersebut adalah Menko Perekonomian, menteri perdagangan, menteri perindustrian, menteri ESDM, menteri perhubungan, dan menteri keuangan. Selain dibahas dengan para menteri, pembangunan kawasan Suramadu akan dikuatkan dalam RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah). Hal tersebut berkaitan dengan pengadaan barang. Sehingga, Pemprov Jatim harus membuat aturan dan alokasi pendanaan sesuai dengan PP 8 Tahun 2008.Selain industri dan perdagangan, pemprov bakal mengembangkan sektor perekonomian lain di kawasan Madura. Gubernur menyebut sektor peternakan cocok dikembangkan di Madura. Ke depan, diharapkan pulau garam itu menjadi penyuplai daging sapi di Jatim.Untuk mengembangkan sektor itu, gubernur berjanji memfasilitasi para peternak bersama perbankan. "Pembicaraan dengan sejumlah bank sudah dilakukan. Tinggal menunggu realisasinya," ujarnya. (fid/fat)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar