Jumat, 24 April 2009

Penganggur muda terus bertambahKeahlian dan upah jadi masalah utama

JAKARTA: Keahlian yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar dan besaran upah yang tidak layak membuat jumlah penganggur usia muda (15 tahun - 24 tahun) jauh lebih banyak dibandingkan dengan penganggur dewasa.Direktur bidang Kemiskinan, Tenaga Kerja, dan Usaha Kecil Menengah Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Prasetijono Widjojo menyebutkan akibat dari besaran upah yang tidak layak, hanya 28,6% dari total tenaga kerja usia muda yang beraktivitas di sektor formal."Selain itu, kaum muda yang menganggur juga tidak mendapatkan kesempatan kerja yang memadai, sehingga tidak mampu mengembangkan kemampuan mereka," katanya dalam konferensi bertema Pengembangan Tenaga Kerja Kaum Muda, kemarin.Sepanjang tahun lalu, jumlah penganggur dari kaum muda di Indonesia diperkirakan lima kali lebih banyak dibandingkan dengan penganggur orang dewasa. Adapun, jumlah pengangguran terbuka kaum muda hingga Februari 2008 mencapai 4,56 juta orang.Data Organisasi Buruh Internasional (ILO) menunjukkan dari jumlah pengangguran di dunia yang mencapai 190,2 juta orang pada 2008, sebanyak 75,9 juta orang di antaranya adalah kaum muda.Direktur ILO Indonesia Alan Boulton menyebutkan yang menjadi permasalahan dalam bidang ketenagakerjaan di seluruh dunia untuk kaum muda, termasuk Indonesia, adalah kesempatan kerja yang lebih luas.Dia menyebutkan harus ada pembaruan komitmen para pemegang kepentingan dalam menghadapi masalah pengangguran muda yang kompleks.Sejumlah hal yang dapat dilakukan antara lain mengaktifkan kembali sekretariat jejaring tenaga kerja muda Indonesia dan memperkuat kerja sama di antara pemegang kepentingan, serta memasukkan isu ketenagakerjaan kaum muda ke dalam kebijakan pemerintah.Dalam kesempatan yang sama, Chief Employment Trends ILO Jenewa Lawrence Jeff Johnson menyebutkan jumlah penganggur muda di dunia terus bertambah.Hingga 2008 tercatat 39,9% dari 190,2 juta penganggur di dunia merupakan tenaga kerja muda. Pada 1998, penganggur usia muda hanya mencapai 11,8% dari total penganggur dunia.Masalah TKIDalam kesempatan terpisah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan penyelesaian dan pembahasan permasalahan tenaga kerja antara Indonesia dan Malaysia berjalan dengan baik."Di bidang ketenagakerjaan, saya tadi mengucapkan terima kasih kepada Malaysia karena warga negara Indonesia bekerja di Malaysia. Apa yang kami sepakati untuk terus mengatasi masalah yang menyangkut tenaga kerja Indonesia antara pemerintah Malaysia dan Indonesia, dalam perkembangannya berjalan baik," ujar Presiden Yudhoyono.Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno mengatakan berdasarkan data dari Pemerintah Malaysia, tenaga kerja Indonesia yang dipulangkan mencapai 5.000 orang dan proses pemulangan tersebut telah selesai.Pekerja yang masih memiliki sisa masa kontrak dan dialihkan ke sektor lain mencapai 23.600 orang.
Oleh R. Fitriana & Ratna Ariyanti
Bisnis Indonesia

Tidak ada komentar: