Jumat, 24 April 2009

Kesuksesan Tak Datang Begitu Saja

INILAH.COM, Jakarta – Demi menyenangkan hati sang ayah, cita-citanya sebagai dokter anak ia tinggalkan. Ia pun mengambil studi akuntansi dan keuangan. Namun, siapa sangka, pilihan itu mengantar kesuksesannya memimpin bisnis keluarga yakni di Bank OCBC NISP.
Itu adalah sekelumit jalan hidup yang ditempuh Parwati Surjaudaja yang saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur Bank OCBC NISP. Posisi yang diperolehnya dalam RUPS Oktober 2008 lalu ini, menggantikan kakaknya, Pramukti Surjaudaja yang diangkat menjadi Komisaris.
Bersamaan dengan itu, Bank NISP berganti nama menjadi Bank OCBC NISP, setelah Oversea-Chinese Banking Corporation (OCBC) menjadi pemegang saham mayoritas, dengan kepemilikan per September 2008 mencapai 74,73%.
"Kami ingin terus membuktikan bahwa Bank OCBC NISP dapat menjadi besar dan baik, tumbuh kembang bersama nasabah, anggota perusahaan, maupun masyarakat, dan menjadi salah satu dari lima bank swasta nasional terbesar pada 2013," papar perempuan kelahiran September 1964 ini mengungkapkan harapannya atas bisnis keluarga ini.
Sejak kecil, Parwati sebenarnya menyimpan keinginan menjadi dokter anak. Hal ini terinspirasi dari keluarga besarnya yang banyak berprofesi sebagai dokter. Namun, niat itu urung dilaksanakan, demi memenuhi keingingan sang ayah, Karmaka Surjaudaja, yang ingin segera melihat keberhasilan buah hatinya. Padahal, saat itu umur Karmaka sudah divonis tidak lebih dari 5 tahun.
Parwati pun memutuskan untuk mengambil jurusan akuntansi dan keuangan di San Francisco University, USA. Saat itu, ia hanya berpikir untuk menyelesaikan kuliah secepatnya, tidak terpikir untuk bekerja di bank, apalagi memimpin perusahaan keluarga.
Namun, rasa haus akan ilmu terus memicunya. Setelah menggondol gelar BSc, anak keempat ini kembali memperdalam bidang akuntansi di tempat yang sama. Akhirnya, pada 1987, ia berhasil meraih gelar MBA dengan predikat Cum Laude, atau lulus memuaskan.
"Latar belakang pendidikan akuntansi itu menjadi tahap persiapan yang sangat berarti bagi saya, khususnya saat mulai bergabung dengan Bank OCBC NISP pada 1990 dan membidangi Audit, Accounting & Finance dan Human Resources," tuturnya kepada INILAH.COM di Jakarta, baru-baru ini.
Jenjang karir Parwati diawali di SGV Utomo/Arthur Andersen Counsulting. Di sini, ia melatih kemampuannya dengan profesi sebagai konsultan senior. Namun, hal itu tidak berlangsung lama.
Dua tahun kemudian, menyusul keluarnya paket deregulasi perbankan yang memudahkan pendirian usaha, Parwati diminta membantu bisnis keluarga, yaitu menjalankan Bank NISP.
Pertama kali masuk ke bisnis keluarga, Parwati menempati posisi sebagai direktur yang menangani berbagai bidang termasuk Akuntansi dan Keuangan, Audit, SDM dan Perencanaan.
Berkiprah selama 7 tahun, Parwati mampu memahami seluk beluk kegiatan serta tantangan sektor perbankan. Kerja kerasnya pun membuahkan hasil. Pada Juni 1997, ia dipercaya menjabat Wakil Presiden Direktur Bank NISP.
Menjadi penerus perusahaan keluarga, bukanlah perkerjaan yang mudah. Apalagi bank adalah bisnis kepercayaan. Untuk itulah, sebagai generasi ketiga, Parwati mengemban tanggung jawab berat untuk mengelola Bank OCBC NISP.
"Kami diharuskan untuk menjaga profesionalisme dalam pekerjaan meskipun ada hubungan keluarga, serta menjalankan nilai-nilai yang dibangun. Seperti mendahulukan kepentingan bank di atas kepentingan lainnya, menjaga integritas, dan ketulusan (sincerity)," tuturnya.
Namun, kerja keras bukan masalah baginya. Parwati sejak kecil sudah terbiasa dengan aktivitas padat. Ia dibesarkan dalam keluarga bisnis, dimana ibunya sibuk menekuni usaha salon sedangkan ayahnya bekerja di bank NISP.
Parwati cilik pun mulai mengenal suasana kerja di bank karena kerap menjemput ayahnya. "Pada saat-saat liburan sering kami menjemput ayah ke kantor dan melihat suasana di kantor, bahkan setelah kuliah di setiap liburan kami pun meluangkan waktu untuk belajar seperti apa pekerjaan di bank," kenangnya.
Ia pun mengaku, orangtuanya kerap menekankan agar ia dan kakak-kakaknya selalu bersungguh-sungguh dalam belajar dan profesional dalam pekerjaan. Nasihat yang selalu menjadi pegangannya adalah bahwa ‘sebuah posisi tidak akan datang begitu saja tanpa adanya usaha’. [E2]
Parwati Surjaudaja Wahid Ma'ruf

Tidak ada komentar: