Kamis, 23 April 2009

ALI: Trans-Jawa pacu sektor logistik

JAKARTA: Asosiasi Logistik Indonesia menilai pengoperasian jalan tol Trans-Jawa akan mendorong pertumbuhan usaha logistik di Tanah Air karena volume arus barang di Pulau Jawa yang terbesar dibandingkan dengan di luar kawasan itu.Wahyu Tunggono, Pengurus Bidang Humas Asoasiasi Logistik Indonesia (ALI), mengatakan industri yang terkait dengan pengiriman barang akan memperoleh keuntungan dari pengoperasian jalan tol Trans-Jawa yang memungkinkan biaya operasional lebih rendah dan waktu pengiriman lebih cepat."Proyek tol Trans-Jawa sangat tepat karena waktu pengiriman barang lebih cepat dan semakin murah. Banyak perusahaan yang diuntungkan dengan jalan tol itu, termasuk manufaktur dan perusahaan ritel," katanya kemarin.Wahyu mengakui kondisi jalan darat di lintas Jawa yang banyak rusak termasuk salah satu pemicu mahalnya biaya logistik di Indonesia saat ini karena selain biaya operasional angkutan mahal, waktu penyimpanan barang di gudang menjadi lebih lama.Dia menambahkan pengoperasian jalan tol Trans-Jawa juga berpotensi mengurangi sentralisasi industri sehingga penyebarannya lebih merata. "Saat ini, sekitar 70% industri berada di Jawa Barat karena letaknya dekat dengan DKI Jakarta. Dengan adanya jalan tol Trans-Jawa memungkinkan industri di Jawa lebih melebar karena biaya pengiriman barang lebih murah dan lebih cepat."Kanci-PejaganMenurut dia, ruas jalan tol Kanci (Cirebon)-Pejagan (Brebes) sepanjang 35 km sebagai bagian dari jalur Trans-Jawa dinilai strategis untuk mendukung kelancaran arus barang karena menghubungkan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah serta membuka akses untuk jalur selatan dan utara Jawa. Ruas jalan tol ini dijadwalkan beroperasi pada tahun ini.Sebelumnya, Ketua Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Iskandar Zulkarnain mengungkapkan pengoperasian jalan tol Trans-Jawa diproyeksikan akan menurunkan biaya pengiriman logistik yang dikenakan kepada pengguna jasa hingga 25%."Pembangunan tol Trans-Jawa memberikan dampak positif bagi pertumbuhan industri logistik nasional, terutama dalam memangkas biaya tambahan yang muncul akibat kepadatan lalu lintas dan kerusakan jalan di jalur pantura."Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) M. Kadrial menambahkan pengusaha jasa pengiriman ekspres mendorong pengoperasian jalan tol Trans-Jawa guna mendukung kelancaran arus barang sekaligus memangkas biaya operasional bidang usaha itu.Oleh Junaidi HalikBisnis Indonesia

Tidak ada komentar: