Minggu, 27 Desember 2009

2010 dan harapan Anda!

Kamis, 24/12/2009 09:20 WIB

Anthony Dio Martin

2010 dan harapan Anda!

oleh : Anthony Dio Martin
Managing Director HR Excellency

Pada penghujung tahun ini, saya ingin berbagi kisah tentang pengharapan kepada Anda. Ada seorang petani asal Colombia bernama Gabriel yang bermimpi untuk memiliki sebuah peternakan besar.

Mimpi itu semakin membara tatkala dia melihat berhektare-hektare tanah kosong luas membentang. Saat itu, Gabriel hanyalah seorang petani miskin dengan sepetak tanah pertanian kecil dan seekor sapi.

Di suatu malam, ia pun bercerita pada ayahnya mengenai keinginannya itu, dan ayahnya mendorongnya untuk mencari pemilik tanah itu. Saat mendengar saran ayahnya, Gabriel terkejut dan berkata, "Tapi aku tidak punya uang sebanyak itu untuk membeli tanah itu ayah..." Sekali lagi ayahnya mendorong untuk menemui pemilik tanah itu, "Tapi kan tidak ada salahnya menemui dia dan ngobrol dulu..."

Singkat cerita, di luar dugaan. Ternyata sang pemilik tanah bersedia membantu dan meringankan Gabriel dengan cara memperbolehkan mencicil sesuai dengan keadaan keuangan Gabriel.

Beberapa tahun kemudian pertanian itu berkembang luar biasa dan menjadi salah satu pertanian terbesar di daerah itu. Bahkan, Gabriel memiliki ratusan sapi, kebun binatang kecil, taman berkuda, dan berbagai fasilitas hiburan keluarga lainnya. Dan waktu pun terus berlalu. Suatu ketika, istri Gabriel yang bernama Sarah, tiba-tiba berkata kepadanya, "Sayang, aku ingin membangun sapi terbesar di dunia..."

Ketika mereka berkonsultasi dan membuat rancangan bangunan "sapi" itu, mereka disodori sejumlah anggaran yang angkanya sangat besar sekali. Mereka sempat berpikir, "Mana ada bank yang mau meminjamkan uang sebesar ini untuk membangun seekor sapi?"

Namun, sekali lagi mereka mencoba melangkah dan mengajukan proposal. Entah bagaimana proses yang terjadi, pada akhirnya manajer bank tersebut bersedia memberikan pinjaman dan mempercayai rencana yang mereka ajukan.

Kini, di tengah pertanian dan peternakan mereka berdirilah 'seekor sapi' setinggi 9 meter dan sepanjang 16 meter. Dan itu menjadi pusat atraksi turis yang luar biasa. Semua orang yang masuk ke dalam "sapi" itu akan diperlihatkan proses berubahnya rumput yang dimakan sapi hingga menjadi susu.

Kini, sapi raksasa itu menjadi sebuah wisata pendidikan yang menarik banyak turis dan menjadikan daerah itu sebagai salah satu daerah favorit di Colombia.

Berani bermimpi

Sungguh sebuah cerita sederhana yang menggugah hati bukan? Apakah yang menggerakkan Gabriel dan istrinya untuk memiliki keberanian dan bertindak? Harapan! Mereka memiliki harapan bahwa mimpi mereka bisa terwujud.

Segala pencapaian besar selalu diawali dengan sebuah letupan kecil yang bernama pengharapan. Orang yang kehilangan harapan seperti orang yang 'mati', mereka tidak akan punya keberanian, kehilangan kekuatannya, dan memilih untuk berhenti.

Kita masih ingat pada Desember 5 tahun yang lalu, ketika tsunami memorak-porandakan Aceh. Beberapa orang sekarang ini sudah membangun kehidupannya kembali dan mulai bergerak maju.

Namun, banyak orang yang putus asa dan musnah pengharapannya. Mereka tidak mampu membangun kehidupannya dan tidak melakukan usaha apa pun.

Mengapa hanya sedikit orang yang mampu bertahan dan membangun kehidupannya kembali? Karena memang hanya sedikit orang yang bisa memelihara pengharapan dalam hidupnya.

Dalam hitungan hari, kita akan meninggalkan 2009. Sebuah lembaran baru akan kita buka. Sebuah musim kehidupan yang baru akan kita masuki.

Pertanyaannya adalah, apakah Anda masih memiliki pengharapan dengan kehidupan Anda di tahun yang akan datang? Apakah Anda masih percaya bahwa 2010 akan menjadi tahun keemasan Anda? Apakah masih ada sinar keyakinan bahwa kehidupan Anda akan menjadi lebih baik pada tahun mendatang?

Melalui artikel singkat ini, saya ingin merangkum beberapa pemikiran sederhana untuk senantiasa membangkitkan kembali harapan Anda pada tahun mendatang.

  • Bangun harapan dengan emosi positif yang besar. Kisah Gabriel di atas mengingatkan kita bahwa segala sesuatu dimulai dari mimpi-mimpi atau visi yang awalnya kelihatan mustahil.

    Saat itu, berbagai keraguan serta ketidakpastian menyelimuti Anda. Anda merasa 'excited' sekaligus khawatir apakah mimpi tersebut dapat diwujudkan. Disinilah permainan emosi sering kali menjadi kuncinya.

    Itulah sebabnya dalam berbagai pelatihan kecerdasan emosi yang kami adakan, sangat ditekankan bahwa "...pertarungan emosi yang positif dan negatif, akan sangat menentukan apakah seseorang menjadi suksesatau gagal".

    Pada saat emosi negatif seperti rasa takut, jauh lebih besar daripada emosi positif seperti kebahagiaan jika impiannya bisa terwujud, maka seseorang akan mundur.

  • Bagikan mimpimu kepada yang bisa mendukungmu. Untungnya, langkah Gabriel selanjutnya, bukannya mengubur mimpinya ataupun 'membunuh' mimpinya sendiri.

    Dia pun membagikan mimpinya kepada ayahnya yang ternyata memberikan dukungan positif. Hingga akhirnya, terwujudlah impian mempunyai pertanian yang besar. Di sinilah peran orang lain menjadi begitu sangat penting.

    Bayangkan, jika ayahnya tidak mendukung bahkan menjatuhkan? Bisa jadi, Gabriel tidak akan berani berbicara kepada pemilik tanah pertanian tersebut, yang akhirnya membuatnya tetap hidup dengan sepetak tanah pertanian kecilnya.

    Jadi, pembelajarannya adalah mendapatkan dukungan dan 'energi positif' dari orang-orang yang bisa memberi support positif atas mimpimu.

  • Realisasikan sesuatu. Saya mempunyai pepatah dari pengalaman sendiri bahwa, "Sebongkah batu yang diletakkan, jauh lebih berharga daripada sebuah bangunan yang masih dalam impian".

    Untuk memulai sesuatu mimpi, mulailah take action (lakukan sesuatu). Lihatlah, apa yang Anda capai dan nikmati sekarang adalah apa yang Anda lakukan kemarin. Dan, apa yang akan Anda nikmati pada masa depan, adalah apa yang Anda lakukan hari ini.

    Oleh karena itu, tergeraklah untuk mulai melakukan sesuatu. Kisah Gabriel di atas, menunjukkan suatu elemen sukses yang penting yakni mulai melakukan sesuatu tindakan.

  • Berani wujudkan yang lebih tinggi. Setelah mimpi Anda tercapai, janganlah berhenti. Pikirkanlah apa yang masih bisa diraih. Ingat, selalu ada langit yang lebih tinggi.

    Selalu ada gunung kesuksesan lebih tinggi yang bisa Anda daki. Cobalah, tantang dan paksa diri Anda untuk terus melangkah. Hindari penyakit 3C (Compliment, Complacent serta Comfort Zone) yang seringkali membuat orang terlalu berpuas diri dan lantas berhenti.

    Lihatlah semangat Gabriel yang masih mau mewujudkan mimpi gila istrinya untuk memiliki sapi terbesar.

    Semoga kisah Gabriel dengan semua pembelajarannya, membuat kita tetap optimis dan berani menghadapi tantangan pada 2010. Apa pun wujudnya, katakan, "Saya optimistis!"!

  • suber: bisnis.com

    Tidak ada komentar: