Senin, 28 Desember 2009

Swasembada garam akan dicapai 2012

PAMEKASAN, Madura: Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) memproyeksikan swasembada garam bisa tercapai pada 2012 melalui program revitalisasi tambak garam rakyat di sembilan provinsi.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhamad menilai potensi tambak garam di dalam negeri belum dikelola dengan benar sehingga tingkat produksinya terus merosot di tengah kian besarnya kebutuhan garam konsumsi dan industri.

"Kondisi itu disebabkan antara lain soal tata niaga belum berpihak kepada petani garam. Oleh karena itu, tarif bea masuk [BM] garam impor harus dinaikkan. Soalnya, petani garam kurang bersemangat manakala usaha tersebut tidak menguntungkan," ujarnya saat temu wicara dengan petani garam di Desa Lembung, Kab. Pamekasan, Madura, Sabtu.

Saat ini areal usaha pergaraman di dalam negeri saat ini mencapai sekitar 20.000 hektare dengan tingkat produksi berkisar 40 ton - 80 ton per hektare per musim atau total produksi garam nasional tahun ini sekitar 1,2 juta ton.

Di sisi lain, kebutuhan nasional saat ini mencapai 2,8 juta ton sehingga industri lokal bidang pemrosesan garam masih menghadapi ketergantungan terhadap garam impor sedikitnya 1,6 juta ton pada 2009.

Berkaitan dengan upaya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, Fadel menilai tambak garam rakyat perlu direvitalisasi melalui pembenahan teknologi budi daya guna meningkatkan volume hasil panennya.

Oleh karena itu, lanjutnya, DKP mulai awal tahun depan akan membentuk tim penyuluh tambak garam rakyat untuk diterjunkan di sentra-sentra pergaraman.

Menurut dia, tambak garam rakyat perlu segera direvitalisasi sehingga swasembada garam diharapkan bisa tercapai pada 2012.

Berdasarkan data DKP, potensi lahan pergaraman di dalam negeri sekitar 34.000 hektare yang tersebar di sembilan provinsi yakni Aceh, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, NTB, NTT, Sulsel dan Sulsera. Dari potensi itu, baru sekitar 60% yang dimanfaatkan untuk produksi garam, sementara produksi garam nasional tahun ini 1,2 juta ton dan kebutuhannya 2,8 juta ton.

Ketua Asosiasi Petani Garam Pamekasan As'adi menyebutkan harga garam di kawasan tersebut dalam musim panen tahun ini hanya Rp250/kg atau di bawah ketentuan Departemen Perdagangan Rp325/kg. (k22)Bisnis Indonesia

Tidak ada komentar: