Keberhasilan melawan arus
oleh : A. M. Lilik Agung
Trainer dan Pembicara Publik. Mitra Pengelola High Leap Consulting
Pepatah bijak kuno mengatakan puncak karier seseorang tak lain adalah menjadi guru. Begitulah yang dilakukan sang sahabat setelah lama malang melintang menjadi CEO perusahaan penjualan langsung dari Amerika bernama Tupperware.
Sang sahabat, Nur Kuntjoro, dalam beberapa tahun belakangan ini telah menjadi guru bagi banyak organisasi dengan dua fokus utama, yaitu pemberdayaan manusia (pekerja) dan peningkatan keuntungan.
Meminjam pemikiran empu bisnis Lee Iacocca, Nur Kuntjoro percaya bahwa bisnis dapat diringkas menjadi tiga kata, yaitu people, product dan profit di mana people selalu ditempatkan di depan.
Sebagai guru yang banyak memberikan pelatihan dan konsultasi ada nuansa lebih yang selalu ditawarkan Nur Kuntjoro. Jika pada banyak perusahaan (terlebih pada saat krisis) melakukan PHK merupakan tindakan yang diamini sebagai salah satu resep untuk mempertahankan keberlangsungan perusahaan oleh Nur Kuntjoro paradigma demikian dibalik.
Tidak ada prajurit yang jelek, yang ada hanyalah perwira bodoh. Banyak perusahaan yang terjerembab tetapi kemudian bangkit justru tidak melakukan PHK. Hal yang dilakukan adalah mengganti jajaran manajemennya. Itulah salah satu hakikat mengapa people selalu ditempatkan di depan.
Dalam konteks ini Nur Kuntjoro tidak sekadar berkhotbah. Ketika menjadi masinis Tupperware Indonesia, bagi Nur Kuntjoro melakukan PHK merupakan tindakan tabu. Padahal saat itu mulai 1997 terjadi prahara besar bernama krisis moneter yang meruntuhkan bangunan bisnis.
Nur Kuntjoro menjalankan keputusan-keputusan yang menentang arus dan berpikir di luar kotak. Setelah tidak melakukan PHK, Tupperware Indonesia justru menaikkan gaji karyawan setiap tiga bulan untuk mengimbangi laju inflasi nan melejit.
Bagi para mitra kerja yang merupakan ujung tombak pemasaran perusahaan, Tupperware Indonesia menaikkan margin usaha secara drastis. Berbagai macam pelatihan dan motivasi dijalankan secara intensif dan sistematis.
Mendapat tambahan margin sekaligus disuntik dengan program pelatihan dan motivasi menjadikan mitra kerja bekerja penuh semangat dan nyaris tanpa kenal lelah. Hasilnya? Penjualan meningkat sebesar 222% di tengah terjerembapnya perekonomian nasional.
Apa yang dilakukan oleh Nur Kuntjoro dengan Tupperware-nya telah menjadi legenda. Selain diceritakan sendiri oleh Nur Kuntjoro sebagai tanggung jawab moralnya dan guru bisnis, banyak lembaga dan individu yang menjadikan kasus Tupperware ini sebagai kajian keberhasilan proses turnaround perusahaan.
Dengan dua tindakan utama yakni berpikir keluar dari kotak dan mengambil keputusan yang menentang arus.
Berbasis pada pengalaman Nur Kuntjoro melakukan proses turnaround di Tupperware Indonesia dan memakai pendekatan pemikiran empu bisnis Rosabeth Moss Kanter, ada tiga ciri utama kepemimpinan yang dilakukan Nur Kuntjoro. Ciri pertama, imajinasi untuk berinovasi. Dalam bahasa lain disebut dengan konsep.
Tupperware baru membuka cabang di Indonesia pada 1991. Benar bahwa Tupperware merupakan produk terkenal di Amerika Serikat. Namun saat memasuki pasar Indonesia nyaris produk ini tidak dikenal.
Menjadi sebuah kewajaran apabila pada tahun-tahun pertama terjadi banyak konsolidasi untuk memperkuat organisasi. Baru pada tahun keenam proses konsolidasi ini menemukan titik terangnya.
Sayang tiba-tiba awan gelap menyelimuti Indonesia dengan berbagai krisis yang mendera. Konsolidasi ini akan menjadi berantakan apabila manajemen mengikuti arus yang sedang terjadi pada mayoritas perusahaan di Indonesia.
Melawan arus
Inovasi dalam bentuk model dan strategi merupakan prasyarat bagi perusahaan untuk tetap bertahan bahkan melejit disaat krisis. Seperti sudah diceritakan di atas, Nur Kuntjoro menjalankan model dan strategi inovatif yang bertentangan dengan arus utama.
Justru karena inovasi ini Tupperware Indonesia selamat dari krisis dan meraup penjualan terbesar selama beroperasi di Indonesia.
Ciri kedua, profesionalisme dalam bekerja. Oleh Rosabeth Moss Kanter disebut dengan kompetensi. Tindakan pemimpin dalam konteks ini tak lain memperkuat kompetensi pribadi dan organisasi dengan dukungan pada pelatihan dan pengembangan tenaga kerja.
Tujuannya agar para karyawan bekerja dengan lebih produktif tanpa kesalahan dan memberi nilai lebih kepada pelanggan yang semakin banyak menuntut.
Memberikan pelatihan intensif kepada para mitra kerja yang merupakan ujung tombak penjualan tak lain adalah bentuk dari peningkatan profesionalisme dalam bekerja. Ditambah lagi dengan program motivasi yang dijalankan secara sistematis tanpa jeda, kompetensi para mitra kerja akan semakin terasah.
Alhasil gabungan kompetensi pribadi dengan kompetensi organisasi yang diwakili oleh para mitra kerja menjadikan Tupperware Indonesia kuat secara organisasi dan masif dalam menjalankan proses pemasaran. Menjadi kewajaran apabila Tupperware Indonesia menjadi pilihan utama para konsumennya seperti yang terjadi di negara induknya Amerika Serikat.
Ciri ketiga adalah keterbukaan untuk berkolaborasi. Istilah pendeknya koneksi. Oleh Rosabeth Moss Kanter koneksi ini diartikan sebagai kemampuan pemimpin membangun hubungan dengan para mitra kerja yang dapat memperluas jangkauan organisasi, meningkatkan penawaran dan memberi energi (motivasi) dalam praktik.
Sebagai perusahaan dengan sistem penjualan langsung, koneksi merupakan darah utama yang tidak terbantahkan. Bahkan dapat dikatakan mati hidupnya Tupperware Indonesia bergantung pada koneksi yang dibangun oleh para mitra kerjanya.
Untuk menjaga koneksi ini tak segan Nur Kuntjoro datang sendiri ke seluruh mitra kerjanya, selain bersilaturahmi sekaligus juga memberikan teknik baru dalam menjual. Tidak ketinggalan memotivasi seluruh mitra kerjanya agar senantiasa menjaga produktivitas dan profesionalitas dalam bekerja.
Tiga ciri kepemimpinan - konsep, kompetensi, koneksi - telah dilakukan dengan gilang gemilang oleh Nur Kuntjoro. Tiga ciri ini yang mampu mengubah posisi perusahaan dari rugi menjadi untung. Nur Kuntjoro telah membuktikan.(bisnis.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar