"Kita membutuhkan pertumbuhan ekonomi 7% per tahun. Tapi, paling-paling pemerintah hanya bisa menyediakan 15% sampai 18% dari APBN dan APBD untuk investasi," kata Wapres ketika mengadakan pertemuan dengan jajaran Muspida Provinsi Aceh di Banda Aceh, pekan lalu.
Karena pemerintah hanya bisa menyediakan sebagian kecil, sisanya harus dari luar APBN dan APBD seperti investasi dari dalam dan luar negeri. Untuk menarik investasi dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerintah baik pusat maupun daerah harus terus memperbaiki infrastruktur teknis dan nonteknis.
Boediono mengunjungi Banda Aceh untuk memimpin acara mengenang gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004. Acara peringatan itu dipusatkan di Pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh, Aceh. Peringatan itu diisi dengan ceramah agama dan zikir bersama warga dan anak sekolah.
Dalam pidatonya Boediono menyemangati masyarakat Aceh agar bangkit kembali dari keterpurukan pascatsunami. Dia mengingatkan semangat masyarakat Aceh dalam menghadapi konflik dan kemudian didera tsunami 5 tahun silam.
Menurut dia, semangat dan perjuangan masyarakat Aceh pantas ditiru oleh rakyat Indonesia. "Semangat seperti ini harus menjadi contoh teladan bagi rakyat Indonesia yang tertimpa musibah," kata Boediono.
Wapres Boediono didampingi Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana, Kepala Unit Kerja Presiden untuk Percepatan Program Reformasi Kuntoro Mangkusubroto, serta staf khusus Wakil Presiden M. Ikhsan dan Satya Arinanto langsung menuju kuburan massal Siron, Lambaro, Aceh Besar.
Boediono mengatakan 5 tahun lalu, gempa dan tsunami di Provinsi Aceh telah memperburuk kehidupan masyarakat Aceh dan memorakporandakan kota-kota di Aceh. "Allah telah memberikan kekuatan kepada warga untuk bangkit kembali," katanya.
Meski pembangunan pascatsunami belum selesai, Boediono meminta masyarakat Aceh bersyukur karena pada kenyataan kondisi ekonomi daerah itu telah dapat terbangun kembali dengan lebih baik.
Tekad dan nekat
Boediono menyebutkan pelajaran yang paling baik untuk membangun Aceh adalah tekad dan nekat. "Kalau itu sudah kuat, semuanya bisa dilakukan."
Setelah berkunjung ke Ulee Lheue, salah satu daerah terparah terkena gelombang Tsunami, rombongan akan menuju SMU 6 Lamjabat, Banda Aceh, Di sana Wapres berdialog dengan siswa.
Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menekankan pentingnya pengembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan. (k33/Bisnis Indonesia).
Minggu, 27 Desember 2009
Investasi butuh dukungan infrastruktur
BANDA ACEH: Wakil Presiden Boediono menyatakan pemerintah hanya bisa menyisihkan 15% dana APBN dan APBD untuk mendorong investasi guna mencapai pertumbuhan ekonomi 7% per tahun.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar