Senin, 28 Desember 2009

Misa di Katedral, parkir di Istiqlal

Sisi timur Masjid Istiqlal Jakarta terlihat ramai saat perayaan Natal. Puncaknya pada kemarin mulai pukul 08.30 pagi, ketika ratusan orang memarkir kendaraannya di sisi timur masjid-dan jelas bukan untuk salat Jumat.

Mereka yang sebagian besar datang bersama keluarga dengan berpakaian necis itu merupakan jemaat Gereja Katedral. Gereja katolik berarsitektur noegothik Eropa yang resmi digunakan sejak 1901 itu merupakan tetangga Masjid Istiqlal, hanya terpisahkan jalan selebar 5 m.

Karena penuh, halaman Gereja Katedral tidak mampu lagi menampung ribuan jemaat yang datang untuk mengikuti misa utama Natal, sehingga kendaraan mereka banyak yang dititipkan di areal parkir timur Masjid Istiqlal.

Kerja sama yang baik antarpengelola tempat ibadah tersebut mampu akhirnya memberikan kenyamanan bagi jemaat untuk mengikuti misa utama Natal yang dimulai pukul 09.00 WIB. Misa dipimpin oleh Uskup Agung Yulius Kardinal Dharmaatmaja.

Sukandar, penjaga parkir di Masjid Istiqlal, mengatakan aktivitas saling meminjamkan areal parkir itu sudah berlangsung sejak lama, terutama saat membeludaknya jumlah jamaah sholat Idulfitri dan Iduladha.

"Natal kali ini memang jatuh pada Jumat, tetapi karana kegiatan mereka pagi hari tidak mengganggu pelaksanaan sholat Jumat," ujaranya. Warga Pecenongang Jakarta Pusat itu mengatakan jemaat misa malam Natal juga banyak yang parkir di Masjid Istiqlal.

Pengelolaan perparkiran yang cukup simpatik di Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral kemarin sedikit bisa menggambarkan suasana hari raya Natal di Jakarta dan sekitarnya yang berlangsung damai, aman, dan penuh hikmat.

Kondisi yang demikian terlihat di semua gereja maupun gedung tempat pelaksanaan misa Natal, termasuk perayaan yang diselenggarakan di masing-masing rumah warga. Pesan damai dan persaudaraan antarumat beragama semakin terasa menyenangkan di negeri ini.

Walaupun sempat mencuat isu adanya penyelenggaraan perayaan Natal di Jakarta yang diisi dengan nyanyi pujian berbahasa Arab, yang di Indonesia identik dengan simbol agama Islam, tetapi isu itu teredam dengan sendirinya setelah diketahui penyanyinya artis Palestina.

Tentu, segala potensi yang dapat menyulutkan kemarahan umat beragama di Jakarta dan umumnya di Tahan Air, tidak boleh ada lagi. Apa pun alasannya, suasana Natal harus benar-benar dijaga maknanya.

Pengamanan Natal

Suasa Natal yang benar-benar sudah tercipta damai di Jakarta, yang didukung oleh seluruh warga Ibu Kota, termasuk aparat pemerintahnya. Terbukti, Musyawarah Pimpinan Daerah Jakarta terjun langsung memantau dan mengamankan perayaan hari besar tersebut.

Dipimping langsung Gubernur DKI Fauzi Bowo, Muspida Jakarta mengunjungi enam gereja di Jakarta, sekaligus untuk memastikan dan menjamin bahwa perayaan Natal di Ibu Kota berlangsung aman, damai dan penuh sukacita.

"Kami ingin memastikan umat Kristiani dapat merayakan Natal dengan tenang dan aman tanpa rasa takut," ujarnya. Rasa takut sempat mewarnai perasaan sejumlah umat Kristiani karena beberapa tahun lalu pernah terjadi serangan dengan sasaran gereja.

Namun, sekarang ini petugas keamanan telah disiagakan dengan jumlah personel yang cukup memadai. Masing-masing pemkot di 5 wilayah Jakarta menyiapakan 2.700 petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja DKI dan unsur masyarakat.

Para petugas itu selain fokus pengamanan gereja, juga siaga di Posko Operasi Lilin yang dibangun secara tidak permanen di hampir seluruh sudut yang strategis di Ibu Kota. Sehingga pengamanan Ibu Kota selama perayaan Natal benar-benar lebih terjamin.

Apalagi, Natal kali ini jatuh pada Jumat, dan perkantoran pemerintah di Ibu Kota menetapkan sebagai cuti bersama. Dengan demikian, libur akhir pekan ini, yaitu Jumat, Sabtu dan Minggu banyak dimanfaatkan warga untuk bepergian ke luar kota.

Kondisi yang demikian langsung saja terlihat dari suasana lalu lintas di Jakarta yang terlihat lengang, misalnya di kawasan Jembatan Semanggi, Bunderan Hotel Indonesia dan Glodok itu kemarin terlihat lancar.

Sementara itu, kepadatan pengunjung mal mulai terlihat menjelang makan siang. Rupanya, warga yang tak keluar kota saat libur panjang akhir pekan ini memanfaatkannya untuk berekreasi di tempat rekreasi dan pusat perbelanjaan.

"Saya tidak merayakan Natal dan juga tidak ke luar kota. Bersama anak-anak, kami sekeluarga liburan di rumah saja dan ke sini," kata Zaenuri, warga Ciputat, saat hendak memasuki area Food Court Plaza Semanggi Jakarta Pusat.

Zaenuri dan warga muslim dapat merasakan suasana yang nyaman dan aman selama perayaan hari raya Natal. Mungkin seperti jemaat Gereja Katedral yang merasakan hal serupa saat memarkir mobilnya di Masjid Istiqlal. Oleh Nurudin Abdullah/Wartawan Bisnis Indonesia

Tidak ada komentar: