Tegas Tolak Moratorium JAKARTA - Seringnya pembahasan soal utang negara yang mendiskreditkan pemerintah selama masa kampanye pemilihan presiden membuat gerah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Kemarin (14/6), meskipun hari libur, Menkeu mengundang sejumlah media massa untuk membeber kondisi keuangan negara, khususnya terkait soal utang.Menkeu yang juga menjabat Plt Menko Prekonomian menyebutkan, total utang Indonesia 2009 sudah mencapai Rp 1.700 triliun, meningkat secara nominal dibanding 2008 sebesar Rp 1.637 triliun. Hampir semua komponen mengalami peningkatan, pinjaman luar negeri bertambah menjadi Rp 732 triliun. "Sedangkan utang dalam bentuk surat berharga mencapai Rp 968 triliun, lebih tinggi dibanding 2008 sebesar Rp 1.700 triliun," ujarnya di kantor Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan, Jakarta, kemarin. Meskipun dana pembangunan dari kantong asing makin membengkak, Ani, panggilan Sri Mulyani, mengatakan, angka-angka itu tidak perlu dikhawatirkan karena rasio utang terhadap PDB malah menurun. Tambahan utang pada 2004 hingga 2008 menghasilkan produk domestik bruto (PDB) yang lebih besar. Hal tersebut membuat rasio utang menurun dari 57 persen pada 2004 dan diproyeksikan menjadi sekitar 32 persen pada 2009. "Karena itu, pemerintah tetap tidak akan meminta penundaan atau moratorium pembayaran utang kepada kreditur," tegasnyarnya. Ani menyebut, permintaan pengampunan utang lebih banyak mudarat daripada manfaatnya. Pengampunan utang hanya akan membuat rating Indonesia jeblok menjadi selected default. Akibatnya, beban surat utang Indonesia akan meningkat tajam seiring dengan naiknya imbal hasil (yield) karena kejatuhan harga obligasi terbitan pemerintah. "Itu yang disebut benefit dan cost. Bukan masalah berani atau tidak berani, nasionalisme atau tidak nasionalisme. Itu adalah hitungan yang disebut manfaat dan mudarat, tanggung jawab atau irresponsibility," ujarnya.Sri Mulyani mengatakan, saran dari sebagian kalangan untuk menghapus utang, tidak didasarkan pada perhitungan biaya yang akan ditanggung ke depan. "Mungkin yang dilihat pengamat, bekas pejabat begitu retoriknya meyakinkan, Saya hampir yakin costnya dia tidak hitung. Pidatonya memang bagus dan saya juga bisa bikin pidato bagus. Tapi sebagai orang yang bertanggungjawab mengelola perekonomian, kalkulasi yang sifatnya detail, hati-hati, dan prudent adalah kunci kenapa ekonomi Indonesia dianggap tahan," katanya.Menkeu menambahkan, pengampunan utang biasa diberikan kepada negara miskin dengan utang besar. Biasanya, negara itu memiliki pendapatan per kapita di bawah USD 600 per tahun, dengan utang pemerintah hampir USD 200 persen pe PDB, atau disebut Highly Indebted Poor Countries (HIPCs). "Mereka sudah miskin, utangnya 200 persen GDP. Jadi kalau utangnya dipotong 90 persen, masih ada 100 persen lebih dan masih tetap miskin," katanya. Negara HIPCs itu antara lain Ghana, Benin, Mali, Burkina Faso, Tanzania, Gambia, dan Madagaskar. (sof/kim)
Senin, 15 Juni 2009 ]
Pertamina Jaring Konsumen di Laut
SURABAYA - Pertamina menambah fasilitas pengisian bahan bakar bagi moda transportasi laut. BUMN penyedia minyak dan gas itu menargetkan peningkatan omzet penjualan solar nonsubsidi untuk kapal laut hingga 10-15 persen dari total penjualan 2 juta kiloliter yang sudah tercapai akhir tahun lalu. Vice President BBM Industri Marine Pertamina Hariyoto Saleh mengatakan, upaya memacu penjualan di laut itu dilakukan dengan penyeragaman Pertamina Way Bunker, yaitu standar pelayanan Pertamina yang harus dicapai oleh setiap Mobile Bunker Agent (MBA) atau unit layanan penyedia BBM untuk kapal. ''Program ini diluncurkan untuk tetap menjadi menyiasati tingginya persaingan bisnis di jasa penyediaan BBM untuk konsumen perkapalan,'' kata Hariyoto dalam pelucuran Pertamina Way Bunker di Perak, Surabaya Jumat (12/6). Hariyoto menyebutkan bahwa di Surabaya ada empat perusahaan yang bergerak dibidang penyedia BBM bagi kapal, termasuk pertamina. ''Secara nasional market share kami di segmen ini masih di posisi 80-85 persen. Dan dengan Pertamina Way Bunker, diharapkan tetap bisa mempertahankannya.'' Secara internal, Pertamina menyiapkan invetasi sekitar Rp 400 juta per region. Sementara para bunker agent menyiapkan dana untuk pembenahan sekitar Rp 100-Rp 150 juta. ''Bagi para agent, program ini juga untuk meningkatkan penjualan mereka".Secara total di seluruh Indonesia, Pertamina memiliki 77 MBA. Untuk region III, Pertamina memiliki delapan bunker agent yang terbagi menjadi enam unit di Jatim dan dua di Bali. ''Untuk Jatim sebagai pilot project adalah 4 MBA,'' lanjut dia. Konsumsi soal non subsidi di Jatim rata-rata 3500 KL per bulan. (aan/kim)
[ Senin, 15 Juni 2009 ]
Bangun Pabrik Pasuruan, Nestle Investasi Rp 1,47 T
Laporan : Agus Wirawan, dari SingapuraSINGAPURA - Perusahaan makanan dan minuman terbesar dunia, Nestle S.A, fokus menggarap pasar Asia Tenggara sejak pasar Eropa dan Amerika Serikat bergerak melambat. Di Indonesia, Nestle berencana membangun pabrik baru dengan investasi Rp 1,47 triliun tahun ini."Kawasan ASEAN sangat penting bagi bisnis kita, dan investasi kita menunjukkan bahwa kita optimis dengan pasar ASEAN," ujar Paul Buckle, Group CEO Nestle S.A dalam konfrensi di Singapura kemarin. Dengan populasi mendekati 600 juta, wilayah ASEAN merepresentasikan potensi yang sangat besar bagi pertumbuhan bisnis Nestle di dunia.Pertumbuhan potensi bisnis di ASEAN tidak dipungkiri Buckle, sebab populasinya mencapai 10 persen penduduk dunia. Nestle menilai penetrasi ke pasar ASEAN akan sangat baik untuk menyokong bisnis perseroan. Tahun lalu, ASEAN berkontribusi sekitar CHF (swissfranc) 5 miliar (Rp 46,5 triliun) bagi kinerja Grup Nestle. "Penjualan Nestle di ASEAN tumbuh 15 persen tahun lalu. Oleh karena itu kita tak segan-segan berinvestasi di wilayah ini," ungkapnya. Dia mencontohkan, tahun ini di Thailand, Nestle berinvestasi sebesar CHF 56 juta untuk pembangunan pabrik makanan hewan. Di Malaysia, Nestle menyiapkan investasi sebesar CHF 85 juta, Di Singapura, Nestle meng-upgrade pabriknya dengan CHF 3 juta dan di Filipina Nestle berinvestasi CHF 72 juta. "Di Indonesia, Nestle inves CHF 29 juta, melanjutkan investasi sebelumnya sebesar CHF 130 juta," terangnya.Presiden Direktur Nestle Indonesia Peter Vogt menambahkan, investasi di Indonesia diwujudkan dengan membangun pabrik baru di Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur. Lokasinya tepat disamping pabrik Nestle yang telah ada sebelumnya. Pembangunan sudah dimulai sejak dua tahun lalu dan diperkirakan selesai Oktober tahun ini. Total investasinya mencapai CHF 159 juta (Rp 1,47 triliun) . "Ini akan menjadi salah satu dari 10 pabrik susu terbesar Nestle di dunia," tegasnya.Selama ini, lanjut dia, pabrik susu Nestle di Kejayan mampu menyerap 500 ribu liter susu segar per hari dari peternak sapi perah di wilayah Jawa Timur. Ada 28 Koperasi Susu yang siap menyalurkan produksinya ke Nestle. Dengan pembangunan pabrik baru tersebut maka Nestle akan membutuhkan pasokan susu segar sekitar 1 juta liter per hari.Oleh karena itu, dia meminta supaya pemerintah daerah menyambut potensi ini dengan baik. Yaitu dengan meningkatkan pengembangan sapi perah di daerahnya. Sebab, selama ini 70 persen pasokan bahan baku masih diperoleh dengan jalan impor darinegara lain. (wir/kim)
[ Jum'at, 12 Juni 2009 ]
Laba Krakatau Steel Naik 46 Persen Jadi Rp 459 M
JAKARTA - Produksi baja PT Krakatau Steel (KS) mulai Juli 2009 diperkirakan sudah penuh. Ini disebabkan permintaan baja menunjukkan tren membaik. KS memiliki kapasitas produksi baja 150 ribu ton per tahun yang dan kapasitas itu terisi penuh order mulai bulan depan. Komisaris Utama PT Krakatau Steel Taufiequrrahman Ruki mengatakan, pasar baja akan membaik seiring dengan naiknya permintaan baja, terutama untuk proyek-proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh pemerintah. ''Karena itu, Juli nanti, KS akan kembali mengoperasikan unit produksi, sehingga bisa full capacity,'' katanya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kantor Kementerian BUMN tadi malam.. Menurut Ruki, salah satu faktor pendorong kinerja KS adalah jaminan pasokan gas dari Pertamina sebesar 80 MMBTU dan PGN sebesar 60 - 70 MMBTU. ''Ini akan sangat menolong produksi ke depan,'' terangnya. Dukungan juga datang dari penyelesaian beberapa proyek pipanisasi gas yang sudah selesai, serta adanya peningkatan potensi scrub nasional baik dari Grup KS maupun eksternal, sehingga impor akan sedikit kurang. Taufiequrrahman Ruki mengakui, sepanjang kuartal IV tahun lalu, kinerja KS yang menguasi 60 persen pasar baja domestik memang terseok akibat terpaan krisis ekonomi serta inflasi. ''Ini menyebabkan laba pada awal tahun tersedot,'' ujarnya. Meskipun demikian, secara keseluruhan laba bersih 2008 sebesar Rp 459 miliar naik 46 persen dibandingkan pencapaian 2007 yang sebesar Rp 313 miliar. Adapun pendapatan (revenue) perseroan pada 2008 mencapai Rp 2,71 triliun anjlok dari 2007 yang sebesar Rp 14,92 triliun. Sementara itu, terkait alokasi laba bersih, 30 persen atau Rp 137,872 miliar diberikan untuk dividen, untuk bina lingkungan 1,5 persen sebesar Rp 6,894 milyar, dana kemitraan Rp 2,298 miliar, adapun Rp 312,50 miliar dialokasikan untuk dana cadangan. ''Ini termasuk di dalamnya investasi dan belanja modal,'' ujarnya. Terkait rencana penawaran umum perdana saham (IPO), Ruki mengatakan hal itu dilakukan dengan melihat kondisi pasar saham terlebih dulu. Kendati saat ini pasar modal mulai membaik, Krakatau mengingatkan untuk tidak masuk ke pasar modal dahulu.Selain itu, perusahaan juga menegaskan tidak akan memilih opsi strategic partnership untuk mengembangkan perusahaan ke depan. "Pilihannya tetap harus melalui IPO," katanya. (owi/kim)
Sumber : Jawapos.com
Senin, 15 Juni 2009 ]
Pertamina Jaring Konsumen di Laut
SURABAYA - Pertamina menambah fasilitas pengisian bahan bakar bagi moda transportasi laut. BUMN penyedia minyak dan gas itu menargetkan peningkatan omzet penjualan solar nonsubsidi untuk kapal laut hingga 10-15 persen dari total penjualan 2 juta kiloliter yang sudah tercapai akhir tahun lalu. Vice President BBM Industri Marine Pertamina Hariyoto Saleh mengatakan, upaya memacu penjualan di laut itu dilakukan dengan penyeragaman Pertamina Way Bunker, yaitu standar pelayanan Pertamina yang harus dicapai oleh setiap Mobile Bunker Agent (MBA) atau unit layanan penyedia BBM untuk kapal. ''Program ini diluncurkan untuk tetap menjadi menyiasati tingginya persaingan bisnis di jasa penyediaan BBM untuk konsumen perkapalan,'' kata Hariyoto dalam pelucuran Pertamina Way Bunker di Perak, Surabaya Jumat (12/6). Hariyoto menyebutkan bahwa di Surabaya ada empat perusahaan yang bergerak dibidang penyedia BBM bagi kapal, termasuk pertamina. ''Secara nasional market share kami di segmen ini masih di posisi 80-85 persen. Dan dengan Pertamina Way Bunker, diharapkan tetap bisa mempertahankannya.'' Secara internal, Pertamina menyiapkan invetasi sekitar Rp 400 juta per region. Sementara para bunker agent menyiapkan dana untuk pembenahan sekitar Rp 100-Rp 150 juta. ''Bagi para agent, program ini juga untuk meningkatkan penjualan mereka".Secara total di seluruh Indonesia, Pertamina memiliki 77 MBA. Untuk region III, Pertamina memiliki delapan bunker agent yang terbagi menjadi enam unit di Jatim dan dua di Bali. ''Untuk Jatim sebagai pilot project adalah 4 MBA,'' lanjut dia. Konsumsi soal non subsidi di Jatim rata-rata 3500 KL per bulan. (aan/kim)
[ Senin, 15 Juni 2009 ]
Bangun Pabrik Pasuruan, Nestle Investasi Rp 1,47 T
Laporan : Agus Wirawan, dari SingapuraSINGAPURA - Perusahaan makanan dan minuman terbesar dunia, Nestle S.A, fokus menggarap pasar Asia Tenggara sejak pasar Eropa dan Amerika Serikat bergerak melambat. Di Indonesia, Nestle berencana membangun pabrik baru dengan investasi Rp 1,47 triliun tahun ini."Kawasan ASEAN sangat penting bagi bisnis kita, dan investasi kita menunjukkan bahwa kita optimis dengan pasar ASEAN," ujar Paul Buckle, Group CEO Nestle S.A dalam konfrensi di Singapura kemarin. Dengan populasi mendekati 600 juta, wilayah ASEAN merepresentasikan potensi yang sangat besar bagi pertumbuhan bisnis Nestle di dunia.Pertumbuhan potensi bisnis di ASEAN tidak dipungkiri Buckle, sebab populasinya mencapai 10 persen penduduk dunia. Nestle menilai penetrasi ke pasar ASEAN akan sangat baik untuk menyokong bisnis perseroan. Tahun lalu, ASEAN berkontribusi sekitar CHF (swissfranc) 5 miliar (Rp 46,5 triliun) bagi kinerja Grup Nestle. "Penjualan Nestle di ASEAN tumbuh 15 persen tahun lalu. Oleh karena itu kita tak segan-segan berinvestasi di wilayah ini," ungkapnya. Dia mencontohkan, tahun ini di Thailand, Nestle berinvestasi sebesar CHF 56 juta untuk pembangunan pabrik makanan hewan. Di Malaysia, Nestle menyiapkan investasi sebesar CHF 85 juta, Di Singapura, Nestle meng-upgrade pabriknya dengan CHF 3 juta dan di Filipina Nestle berinvestasi CHF 72 juta. "Di Indonesia, Nestle inves CHF 29 juta, melanjutkan investasi sebelumnya sebesar CHF 130 juta," terangnya.Presiden Direktur Nestle Indonesia Peter Vogt menambahkan, investasi di Indonesia diwujudkan dengan membangun pabrik baru di Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur. Lokasinya tepat disamping pabrik Nestle yang telah ada sebelumnya. Pembangunan sudah dimulai sejak dua tahun lalu dan diperkirakan selesai Oktober tahun ini. Total investasinya mencapai CHF 159 juta (Rp 1,47 triliun) . "Ini akan menjadi salah satu dari 10 pabrik susu terbesar Nestle di dunia," tegasnya.Selama ini, lanjut dia, pabrik susu Nestle di Kejayan mampu menyerap 500 ribu liter susu segar per hari dari peternak sapi perah di wilayah Jawa Timur. Ada 28 Koperasi Susu yang siap menyalurkan produksinya ke Nestle. Dengan pembangunan pabrik baru tersebut maka Nestle akan membutuhkan pasokan susu segar sekitar 1 juta liter per hari.Oleh karena itu, dia meminta supaya pemerintah daerah menyambut potensi ini dengan baik. Yaitu dengan meningkatkan pengembangan sapi perah di daerahnya. Sebab, selama ini 70 persen pasokan bahan baku masih diperoleh dengan jalan impor darinegara lain. (wir/kim)
[ Jum'at, 12 Juni 2009 ]
Laba Krakatau Steel Naik 46 Persen Jadi Rp 459 M
JAKARTA - Produksi baja PT Krakatau Steel (KS) mulai Juli 2009 diperkirakan sudah penuh. Ini disebabkan permintaan baja menunjukkan tren membaik. KS memiliki kapasitas produksi baja 150 ribu ton per tahun yang dan kapasitas itu terisi penuh order mulai bulan depan. Komisaris Utama PT Krakatau Steel Taufiequrrahman Ruki mengatakan, pasar baja akan membaik seiring dengan naiknya permintaan baja, terutama untuk proyek-proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh pemerintah. ''Karena itu, Juli nanti, KS akan kembali mengoperasikan unit produksi, sehingga bisa full capacity,'' katanya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kantor Kementerian BUMN tadi malam.. Menurut Ruki, salah satu faktor pendorong kinerja KS adalah jaminan pasokan gas dari Pertamina sebesar 80 MMBTU dan PGN sebesar 60 - 70 MMBTU. ''Ini akan sangat menolong produksi ke depan,'' terangnya. Dukungan juga datang dari penyelesaian beberapa proyek pipanisasi gas yang sudah selesai, serta adanya peningkatan potensi scrub nasional baik dari Grup KS maupun eksternal, sehingga impor akan sedikit kurang. Taufiequrrahman Ruki mengakui, sepanjang kuartal IV tahun lalu, kinerja KS yang menguasi 60 persen pasar baja domestik memang terseok akibat terpaan krisis ekonomi serta inflasi. ''Ini menyebabkan laba pada awal tahun tersedot,'' ujarnya. Meskipun demikian, secara keseluruhan laba bersih 2008 sebesar Rp 459 miliar naik 46 persen dibandingkan pencapaian 2007 yang sebesar Rp 313 miliar. Adapun pendapatan (revenue) perseroan pada 2008 mencapai Rp 2,71 triliun anjlok dari 2007 yang sebesar Rp 14,92 triliun. Sementara itu, terkait alokasi laba bersih, 30 persen atau Rp 137,872 miliar diberikan untuk dividen, untuk bina lingkungan 1,5 persen sebesar Rp 6,894 milyar, dana kemitraan Rp 2,298 miliar, adapun Rp 312,50 miliar dialokasikan untuk dana cadangan. ''Ini termasuk di dalamnya investasi dan belanja modal,'' ujarnya. Terkait rencana penawaran umum perdana saham (IPO), Ruki mengatakan hal itu dilakukan dengan melihat kondisi pasar saham terlebih dulu. Kendati saat ini pasar modal mulai membaik, Krakatau mengingatkan untuk tidak masuk ke pasar modal dahulu.Selain itu, perusahaan juga menegaskan tidak akan memilih opsi strategic partnership untuk mengembangkan perusahaan ke depan. "Pilihannya tetap harus melalui IPO," katanya. (owi/kim)
Sumber : Jawapos.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar