Jumat, 06 November 2009

Yayasan Unilever lantik 35 petani penggerak

JAKARTA (bisnis.com): Yayasan Unilever Indonesia (YUI) melantik 35 petani penggerak dari tujuh kabupaten yang berada di wilayah Jateng dan Jatim di Ndalem, Ngabean Yogyakarta.


Setiap kabupaten diwakili oleh lima orang. Ketujuh kabupaten itu adalah Bantul, Kulonprogo, Nganjuk, Madiun, Trenggalek, Ngawi, dan Pacitan. Petani Penggerak lahir sebagai strategi memandirikan petani demi keberlanjutan program di masa datang.

Melalui metode sekolah lapang, para petani penggerak nantinya menjadi pemandu, fasilitator dan motor bagi petani lainnya. Menurut siaran persnya, YUI menyelenggarakan program ini bersama mitra strategisnya Universitas Gadjah Mada dan LSM Farmers' Initiatives for Food Ecological Livelihood and Democracy (FIELD).

Direktur PT Unilever Indonesia Tbk Joseph Bataona mengatakan tujuan dari program Petani Penggerak ini adalah untuk mempersiapkan para petani unggulan sebagai motor penggerak bagi petani lainnya, guna menunjang keberlanjutan program pemberdayaan petani di masa datang.

"Program pemberdayaan petani kedelai hitam melalui petani penggerak ini adalah upaya menuju kemandirian para petani agar lebih berdaya dan produktif dengan hasil panen yang lebih baik. Hal ini sesuai dengan misi Unilever, memberikan kehidupan yang lebih baik," katanya.

General Manager Yayasan Unilever Indonesia Sinta Kaniawati mengatakan sebelumnya petani diberikan dua kali pelatihan dan pembekalan. Pelatihan pertama dilakukan selama dua hari mengenai evaluasi partisipatif karena mereka akan menjadi fasilitator. Mereka juga diajarkan bagaimana menjalankan organisasi petani, melakukan analisa hubungan dengan pihak-pihak terkait, dan prinsip dasar komunikasi.

Pada pelatihan kedua, petani penggerak diberikan pembekalan mengenai teknik berkomunikasi dan meyakinkan petani lainnya. "Agar kelak setelah menjadi fasilitator, petani penggerak dapat berinteraksi dan menularkan semangat, pengetahuan dan keterampilannya kepada petani-petani lain di daerahnya." (tw)

Tidak ada komentar: