Jumat, 06 November 2009

Belanja iklan capai Rp35,5 triliun Surat kabar raih pertumbuhan tertinggi

JAKARTA: Total nilai belanja iklan sepanjang 9 bulan pertama tahun ini naik 13% menjadi Rp35,5 triliun dibandingkan dengan Rp31,47 triliun pada periode yang sama 2008.

Nilai belanja iklan tersebut diperoleh dari pantauan Nielsen Media Indonesia terhadap 103 koran, 165 majalah dan tabloid, serta 24 stasiun televisi.

Nilai belanja iklan itu juga dihitung tanpa memperhitungkan diskon yang diberikan media kepada pengiklan (berdasarkan gross rate card).

"Sepanjang Januari-September, iklan di stasiun televisi masih mendominasi, tetapi belanja iklan di surat kabar mengalami kenaikan tertinggi yakni hingga 19%," kata Ika Jatmikasari, Associate Director Client Service Nielsen Media Indonesia, kemarin.

Nilai belanja iklan di surat kabar dalam periode Januari-September lalu tercatat sebesar Rp12,43 triliun atau sekitar 35% dari total belanja iklan.

Menurut Ika, kenaikan nilai belanja iklan yang diperoleh oleh surat kabar di Indonesia berlawanan dengan yang dialami oleh media cetak yakni surat kabar dan majalah di kawasan Asia Pasifik.

Mengacu pada data Nielsen, belanja iklan yang diperoleh surat kabar di 12 negara di kawasan Asia Pasifik - seperti China, Korsel, India, Australia, Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan Selandia Baru - hingga akhir kuartal II/2009 turun sekitar 1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Iklan politik

Data Nielsen menunjukkan iklan pemerintah dan politik mencatat nilai belanja iklan paling besar yakni Rp2,92 triliun, dibandingkan dengan alokasi belanja dari jenis iklan lainnya.

Belanja iklan produk telekomunikasi berada di urutan kedua, dengan nilai belanja sebesar Rp2,87 triliun.

"Dengan adanya pemilihan umum dan pemilihan presiden pada April dan Juli lalu, kategori iklan politik dan pemerintahan mendorong naiknya belanja iklan, terutama di surat kabar," kata Ika.

Nilai belanja iklan politik dan pemerintah naik hingga 108% dibandingkan dengan nilai belanja pada periode 9 bulan pertama tahun lalu.

Sebanyak Rp1,79 triliun dari belanja iklan pemerintah dan politik dialokasikan ke surat kabar. (rochmad.fitriana@bisnis.co.id)

Oleh R. Fitriana
Bisnis Indonesia

Tidak ada komentar: