Kamis, 25 Juni 2009

Klarifikasi Tuduhan Kudeta 1998, Prabowo Kembali Dekati Tionghoa

SURABAYA - Prabowo Subianto semakin intens mendekati komunitas Tionghoa. Tadi malam dia berbicara di depan ratusan warga Tionghoa Surabaya. Di forum itu mantan Pangkostrad tersebut mengupas posisinya saat menjadi Pangkostrad di tengah kegentingan tahun1998. "Kalau ada pihak yang menganggap saya merupakan orang yang paling bertanggung jawab, maka orang tersebut bodoh," kata Prabowo dalam dialog di Hotel V3 Surabaya. Pertemuan dengan komunitas Tionghoa itu pertemuan ketiga. Dua kali sebelumnya dilakukan di Jakarta. Dalam pertemuan yang diselenggarakan Komite Tionghoa Indonesia Peduli Pemilu tadi malam, purnawirawan bintang tiga itu mengklaim bahwa dirinya bisa saja merebut kekuasaan pemerintah. Sekalipun presiden ketika itu adalah Soeharto yang merupakan mertuanya. Dengan jabatan sebagai panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Prabowo menyatakan, dirinya sejatinya menguasai kekuatan militer. "Delapan puluh batalyon Kostrad merupakan satu per tiga kekuatan Angkatan Darat. Pertanyaannya, mengapa saya tidak mau?" tanya Prabowo. Padahal, kudeta kepemimpinan 1965, terang Prabowo, hanya dilakukan oleh dua batalyon yang dikomando Letkol Untung.Dalam kaitan peristiwa yang mengakibatkan Soeharto lengser dan dirinya dituduh akan melakukan kudeta yang kemudian dicopot sebagai tentara, dia menyebut hal itu akibat fitnah. Dalam politik, bagi putra begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo itu, fitnah untuk merebut kekuasaan merupakan hal biasa. Cawapres yang berpasangan dengan capres Megawati Soekarnoputri itu menyatakan siap menerima apa pun hasil pilpres. Syaratnya, tidak terjadi kecurangan. Namun, dia menengarai kecurangan sudah terjadi di Jatim. Yakni adanya temuan 2,2 juta pemilih fiktif dalam DPT. Sebagai solusinya, dia merekomendasikan penggunaan KTP untuk memberikan suara. Selain itu, penggunaan tinta stempel di jari sebagai tanda pemilih telah menggunakan suara kurang efektif karena mudah dihapus. "Kalau perlu, cap tintanya di jidat sekalian," seloroh Prabowo. Sebelum ke Surabaya, Prabowo melakukan kampanye di Gresik dan Lamongan. Saat di Gresik, dia kembali menyorotii beberapa BUMN yang dilepas pada pemerintahan SBY. Dia juga mengatakan, ada salah satu menteri yang berpendapat agar BUMN tak efisien dijual. "Lha, ini logika apa-apaan? Kalau tidak efisien, ya dibuat agar bisa efisien. Masa langsung dijual?," ujarnya saat kampanye tertutup di gedung Klinik Konsultasi Bisnis (KKB) Bunder kemarin (23/6). (sep/tof)
sumber : jawapos.com

Tidak ada komentar: