JAKARTA: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memperkirakan realisasi penanaman modal langsung asing (foreign direct investment/FDI) di Indonesia hingga penghujung tahun ini akan anjlok 28% dibandingkan dengan 2008.
Kepala BKPM Gita Wirjawan menyebutkan pihaknya mengestimasikan FDI hingga akhir Desember hanya bisa terealisasi sebesar US$10 miliar, turun 28% dibandingkan dengan realisasi sepanjang 2008.
Di lain sisi, dia optimistis pencapaian penanaman modal dalam negeri (PMDN) bisa melonjak hingga 120% dibandingkan kinerja 2008 menjadi US$3 miliar. Secara keseluruhan 2009, BKPM sebelumnya menargetkan investasi langsung bisa tumbuh 15%-20% dari 2008.
"PMA turun lebih karena krisis global," ujarnya seusai penandatanganan nota kesepahaman antara BKPM, Pemerintah Kota Batam, dan Badan Pengusahaan Batam tentang Pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di bidang Penanaman Modal, kemarin.
Nota kesepahaman antara ketiga instansi pemerintah itu mencakup penyediaan prasarana dan sarana, sistem pelayanan, SDM, pendanaan, penyelenggaraan PTSP di bidang penanaman modal, pengembangan pengelolaan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE) di Batam.
Pelaksanaan PTSP merupakan implementasi Peraturan Presiden No.27/2009 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di bidang Penanaman Modal. Batam ditetapkan sebagai proyek percontohan untuk menjadi pionir dalam pelaksanaan PTSP, khususnya pelaksanaan SPIPISE.
Pertimbangannya, kesiapan fasilitas dimiliki Batam, di antaranya melalui ketersediaan Unit Pelayanan Terpadu dan ditetapkan sebagai kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas berdasarkan PP No.46/2007.
Pelaksanaan SPIPISE di Batam, lanjut Gita, merupakan salah satu program kerja 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II bersama dengan BKPM. Lokasi lain untuk proyek percontohan tahap berikutnya akan diseleksi setelah implementasi di Batam pada 15 Januari 2010.
Gita menegaskan tujuan utama pelaksanaan SPIPISE adalah menyederhanakan proses pelayanan penanaman modal di Tanah Air sehingga diharapkan arus investasi langsung bisa mengalir lebih banyak.
"Dengan PTSP dan SPIPISE di berbagai wilayah, kami optimistis realisasi penanaman modal langsung pada tahun depan akan membaik, atau tumbuh sebesar 15% dibandingkan dengan realisasi tahun ini," pungkasnya.
Oleh Dewi Astuti
Bisnis Indonesia
Kamis, 24 Desember 2009
Investasi asing pada 2009 anjlok 28%
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar