Senin, 19 April 2010

Kementerian BUMN evaluasi dana di UKM

Rabu, 24/03/2010
JAKARTA (Bisnis.com): Kementerian BUMN pada tahun ini akan mengevaluasi mekanisme peruntukkan dana yang digulirkan bagi pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM) yang bersumber dari laba perusahaan-perusahaan BUMN.

Menteri BUMN Musatafa Abubakar mengatakan evaluasi akan dilakukan besar-besaran agar penggunaan dana ke depan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tersebut bisa mencapai sasaran yang lebih tepat.

”Melalui evaluasi tersebut, kami mengharapkan capaian atau sasaran penyaluran dana tersebut bisa dipertajam dan lebih efektif, sehingga manfaatnya bisa terukur dari tahun ketahun,” ujar Mustafa Abubakar sebelum membuka pameran Gelar Karya PKBL BUMN 2010 di Jakarta Convention Center Senayan, hari ini.

Pada akhirnya, dana yang telah terkumpul Rp10 triliun sejak 1989, akan lebih bermanfaat dan terkontribusi dengan tepat yangterbagi pada tiga sisi. Yakni, tanggung jawab sosial kepada masyarakat, program kemitraan dengan jaringan usaha kecil serta bina lingkungan.

Evaluasi dilaksanakan, bukan berarti selama ini penyaluran dana PKBL mengalami kendala. Evaluasi hanya untuk mempertegas pada skala prioritas apa saja yang dinilai vital dalam penyaluran dana dengan bunga rendah maksimal 6% tersebut.

Menurut Mustafa Abubakar, sasarannya mulai tahun ini akan lebih dipertajam ke sector-sektor yang sangat mendesak perodalannya serta memiliki multiflier effect luas bagi masyarakat sekitar perusahaan BUMN beroperasi.

Salah satu penajaman yang akan diprioritaskan adalah peningkatan persentase laba perusahaan BUMN bagi pemberdayaan UKM. Selama inipersentase laba yang disisihkan hanya maksimal 2%. Kementerian BUMN merencanakan menaikkannya di atas 2%.

Saat ini UKM binaan seluruh perusahaan BUMN (137) mencapai 650.000 unit, sedangkan total dana yang telah digulirkan mencapai Rp9,7 triliun. (ln/bisnis.com)

Tidak ada komentar: