Senin, 19 April 2010

Investigasi produk selundupan China berlanjut

Senin, 19/04/2010

JAKARTA: Investigasi dugaan terjadinya penyelundupan produk asal China melalui kegiatan transportasi antarpulau seiring dengan perdagangan bebas Asean—China (ACFTA) masih terus dilakukan.

Ketua Umum Gabungan Forwarder, Logistik, dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Iskandar Zulkarnain mengatakan tim bentukan organisasi ini sedang bekerja mengumpulkan bukti-bukti guna memperkuat dugaan adanya praktek ilegal itu.

Dia menjelaskan sejak awal pihaknya mencurigai sebagian produk asal China masuk ke Indonesia secara tidak sah karena data arus barang yang masuk melalui pelabuhan resmi dalam 3 bulan pasca-ACFTA cenderung tidak sebanding dengan barang di pasar.

Kecurigaan bertambah kuat menyusul stagnannya permintaan pengiriman logistik dalam negeri. "Sektor logistik masih stagnan, padahal produk asal China sudah membanjiri pasar. Kini, tim masih bekerja menginvestigasi dugaan penyelundukan itu," katanya siang ini.

Data PT Pelabuhan Indonesia II menyebutkan arus barang umum dari China yang masuk langsung ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Priok selama Januari—Maret tahun ini mencapai 105.312 ton atau naik 19,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 88.242 ton.

Adapun, arus peti kemas dari China melalui Pelabuhan Priok selama 3 bulan pertama tahun ini mencapai 52.252 TEUs atau melonjak 27,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 40.879 TEUs.

Zulkifli menjelaskan yang mencurigakan lainnya adalah kenaikan arus barang dari China tidak diikuti oleh pertumbuhan kegiatan pengiriman logistik domestik, terutama dari Jakarta ke daerah sekitarnya.(yn/bisnis.com)

Tidak ada komentar: