Senin, 13 Juli 2009

PDIP Tantang Golkar Jadi Oposisi

JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengkritik sinyalemen Partai Golkar yang berancang-ancang merapat ke Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu menantang partai berlogo pohon beringin tersebut agar konsisten dengan konsekuensi kekalahan pada pemilu presiden, yakni menjadi partai oposisi.

''Kalau Golkar memang hebat, mari kita bersama-sama. Nanti kita bisa bermain di parlemen,'' kata Ketua Dewan Pertimbangan PDI Perjuangan Taufiq Kiemas di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Jakarta, kemarin (11/7).

Dia menegaskan, PDIP tetap akan menjadi partai oposisi bersama Gerindra bila memang resmi kalah oleh SBY-Boediono. Suami Megawati itu optimistis strategi tersebut akan menjadi oposisi yang kuat di parlemen. Sebab, sesuai hasil pileg lalu, PDIP meraup 93 kursi dan Gerindra 30 kursi. Nah, bila ditambah raihan 108 kursi Partai Golkar, koalisi tiga partai itu menguasai sekitar 41 persen suara di parlemen.

Hal senada diungkapkan politikus PDIP lainnya, Hasto Kristianto. Dia berharap Golkar bergabung dengan PDIP dan Gerindra. ''Memang, menjadi oposisi atau tidak adalah otonomi Partai Golkar. Tapi, kami berharap banyak mereka mau bergabung bersama kami,'' ungkapnya.

Apalagi, kata Hasto, Golkar adalah partai senior. Partai itu semestinya bisa menampilkan wibawa politik yang beradab. Bukannya malah menunjukkan diri sebagai partai pragmatis yang haus kekuasaan. ''Mereka seharusnya bisa menghargai keberadaannya secara lebih terhormat dengan menjadi oposisi,'' tegasnya.

Di tempat terpisah, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) juga masih yakin Golkar akan tetap bersama-sama dalam koalisi besar yang terjalin sebelumnya. Koalisi besar itu adalah Gerindra, PDIP Perjuangan, Golkar, dan Hanura. ''Koalisi ini akan berlanjut di parlemen. Sebab, setiap peserta koalisi sudah menandatangani kesepakatan bersama,'' ujar Ketua DPP Gerindra Sjukrianto Yulia di Jakarta kemarin.

Meski demikian, kata dia, pihaknya terus menjalin komunikasi dan konsolidasi untuk memantapkan koalisi tersebut. Tentu saja dalam kaitan membentuk sebuah koalisi besar sebagai kekuatan alternatif di luar pemerintahan. ''Tapi, kami tentu harus menunggu hasil final pilpres karena penghitungan belum selesai. Situasi (hasil pilpres) bisa saja berubah,'' tuturnya.

Dia menegaskan, apa pun hasil pilpres nanti, Partai Gerindra sudah siap dengan segala kemungkinan. Termasuk, kalah dalam pilpres. ''Intinya, kami siap membangun kekuatan penyeimbang bagi koalisi Demokrat dengan 23 mitra koalisinya,'' ungkapnya. (aga/dyn/agm)

sumber : jawapos.com

Tidak ada komentar: