Jumat, 13 Februari 2009

Atribut kepemimpinan

Mentari pagi mulai menyeruak menerangi kawasan Puncak, Jawa Barat, di sebuah tempat pelatihan nan sejuk. Segerombol karyawan berdiri takzim dengan tangan kanan menyilang di dada. Lalu dimulailah ritual yang setiap pagi selalu digelorakan oleh karyawan tersebut.
Menyebut nama perusahaan, meneriakkan nilai-nilai luhur perusahaan dan diakhiri dengan yel bersama. Saya yang bukan bagian dari perusahaan dan menjadi fasilitator pelatihan, terkesima oleh semangat mereka ketika menggelorakan nilai-nilai perusahaan.
Mereka tidak sekadar menjalankan rutinitas, tetapi juga menjiwai terhadap apa yang diucapkan. Itulah yang dilakukan setiap pagi oleh seluruh karyawan dari anak perusahaan Kalbe Group.
Menyebut nama Kalbe Group maka tidak bisa melepaskan diri dari merek-merek terkemuka, seperti Promag, Extra Joss, Mixagrip, Woods, Komix, Prenagen, dan Puyer Bintang Toejoeh.
Produk keluaran Kalbe Group dapat dengan mudah ditemukan dari Sabang sampai Merauke dan sekarang melanglang buana menelusuri Asean, Asia Tengah, dan Asia Timur.
Teringat nama Kalbe Group tentu akan teringat pada sosok bersahaja dengan kinerja luar biasa; Doktor Boenjamin Setiawan, Ph.D. Dengan panggilan akrab Dokter Boen, pria sepuh ini berhasil mengawal Kalbe Group sebagai perusahaan farmasi terbesar di seantero Asia Tenggara. Sebuah pencapaian yang layak untuk diapresiasi.
Empat atribut
Dimulai dari garasi pada 1966 dan sekarang beroperasi di sembilan kantor internasional, Kalbe Group sudah menunjukkan reputasi tinggi tidak saja di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.
Pencapaian besar ini tentu tidak bisa dilepaskan dari pemimpin yang memiliki jiwa besar. Sebagai penerima Lifetime Achievement Entrepreneur of the Year 2005 dari Ernst & Young, Dokter Boen memang pantas disebut pemimpin besar.
Hal pokok selanjutnya adalah pelajaran apa yang bisa dipetik dari kepemimpinan Dokter Boen?
Tiga pemikir manajemen dan human capital terkemuka bernama Dave Ulrich, Zack Zenger, dan Norm Smallwood dalam kajiannya di Harvard Business Review dengan tajuk Results-Based Leadership menyebut bahwa pemimpin dengan hasil optimal selalu mengedepankan empat atribut, yaitu: Set Direction, Demonstrate Personal Character, Mobilize Individual Commitment, dan Engender Organizational Capability. Kajian ini tepat untuk meneropong kepemimpinan Dokter Boen.
Atribut pertama, set direction. Berbicara tentang tiga hal utama; visi, konsumen dan masa depan. Ketika mulai mendirikan Kalbe Group, ada beban psikologis dari dalam diri Dokter Boen. Beban itu tak lain gelar Doktor dari University of Cali-fornia, AS.
Bagi banyak pihak dengan gelar Doktor merupakan 'penurunan derajat' apabila memulai bisnis kecil dari garasi. Namun tidak untuk Dokter Boen. Kejelasan visi dan orientasi pada masa depan akhirnya berhasil mengalahkan beban psikologis tersebut.
Bagi Dokter Boen menjadi pengusaha yang mampu membuka lapangan kerja bagi ribuan orang tidak kalah mulia dibanding dengan profesi ketika menjadi dosen yang bervisi mencerdaskan banyak orang.
Atribut kedua, demonstrate personal character. Atribut ini menyoal tentang kebiasaan, integritas, kepercayaan, dan berpikir analitis. Inti dari atribut kedua ini tak lain hukum paling primitif kepemimpinan yang masih tetap berlaku sampai detik ini, yaitu contoh peran.
Kebiasaan, integritas dan kepercayaan tidak bisa dilakukan dari balik meja. Semua dimulai dan diakhiri dalam perilaku sehari-hari pemimpin yang akan diamati dan ditiru konstituennya.
Ritual pagi dari karyawan anak usaha Kalbe Group dalam menggelorakan nilai-nilai perusahaan hanya sebatas rutinitas tanpa makna apabila tidak ada contoh dari para pemimpinnya.
Namun demikian para pemimpin itu tidak akan menjalankan nilai-nilai perusahaan dalam perilaku sehari-hari manakala tidak melihat contoh dari pemimpin tertingginya.
Sadar menyoal contoh peran ini, maka untuk melaksanakan salah satu dari enam nilai utama Kalbe Group yaitu inovasi, Dokter Boen benar-benar berkutat di laboratorium untuk selalu menciptakan produk baru.
Dari tangan Dokter Boen dan tentu dukungan tim, selalu lahir produk fenomenal Kalbe Group yang menjadi pilihan utama konsumen, seperti pada Extra Joss.
Atribut ketiga, mobilize individual commitment.
Berbicara tentang pemberdayaan, berbagi kekuasaan (wewenang) dan pendelegasian merupakan inti dari atribut ketiga ini. Tujuannya menumbuhkan individu yang memiliki komitmen kuat dan bertanggung jawab penuh.
Sekarang Kalbe Group dipimpin oleh generasi dengan usia relatif muda. Dokter Boen lebih berperan sebagai mentor dan pelatih untuk menghasilkan pemimpin-pemimpin baru di Kalbe Group.
Dokter Boen bertanggung jawab menjaga spirit dan visi besar Kalbe Group. Estafet kepemimpinan yang mulus ini tak lain karena sedari awal dokter Boen sudah memberdayakan dan memberi pendelegasian kepada orang-orang yang memiliki komitmen penuh pada profesinya.
Alhasil ketika dokter Boen tidak lagi menjadi CEO, para penerusnya sudah siap untuk menjalankan kemudi membawa Kalbe Group menuju kejayaan.
Atribut keempat, engender organizational capability. Kecerdasan pemimpin untuk meningkatkan kapabilitas organisasi merupakan hal yang tidak terbantahkan.
Ketika organisasi mulai bertumbuh dalam berbagai dimensi (aset, keuntungan, SDM, infrastruktur) diperlukan ketangguhan dalam membangun kesolidan tim dan mengelola perubahan.
Dua hal inilah membangun tim dan mengelola perubahan merupakan inti dari atribut keempat.
Kalbe Group sekarang menaungi puluhan perusahaan dengan lebih dari 7.000 karyawan. Dibutuhkan seni tersendiri agar organisasi dapat berjalan sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan.
Di sinilah letak kepiawaian dokter Boen dalam mengelola organisasi Kalbe Group. Berbagai teknologi yang diusung, sistem manajemen kontemporer yang dianut dan infrastruktur perusahaan terbarukan semua itu hanya dapat beroperasi dengan optimal di tangan pemimpin yang memiliki atribut set direction, demonstrate personal character, dan mobilize individual mommitment.
Hal demikian ditemukan dalam sosok bersahaja penuh kharisma; Doktor Boenjamin Setiawan, Ph.D. (oleh : A. M. Lilik AgungMitra Pengelola High Leap Consulting0.

Tidak ada komentar: