Selasa, 14 April 2009

Peta atau kompas kehidupan, pilih mana?


oleh : Anthony Dio MartinTrainer, Speaker, EQ Motivator

"Let your heart guide you. It whispers softly, so listen closely." - Anonim
Saya teringat masa-masa dulu ketika aktif mengikuti kegiatan pencinta alam. Di mana pada waktu itu bersama dengan teman - teman kelompok pencinta alam lainnya, melakukan perjalanan di tengah hutan belantara.
Sebagai pencinta alam tentunya ada dua barang penting yang harus selalu dibawa yaitu peta dan kompas. Dengan peta dan kompaslah maka kami dapat mencapai tujuan yang akan dicapai.
Manakah yang lebih penting? Peta atau kompas? Coba bayangkan jika saat ini Anda berada di tengah - tengah hutan belantara, Anda dalam kondisi tersesat. Anda diminta untuk memilih antara peta dan kompas, yang manakah yang akan Anda pilih?
Jika Anda memilih peta, tentunya Anda akan kebingungan menentukan akan bergerak ke arah mana, sebab dengan peta saja arah tidak dapat diketahui. Lain halnya jika yang dipilih adalah kompas.
Dengan adanya kompas, maka kita bisa mengetahui mana arah utara, mana arah timur, barat serta selatan. Tentu saja akan lebih baik jika kita bisa memiliki keduanya, jika hanya diizinkan memilih salah satu tentunya lebih baik kompaslah yang dipilih.
Begitu pula halnya dalam kehidupan ini. Kita pun memiliki baik peta maupun kompas yang akan membawa kita untuk meraih kesuksesan ataupun keberhasilan. Peta dalam kehidupan ini bisa saja dianalogikan sebagai buku - buku yang kita baca, video atau film yang kita tonton, website yang sering kita browsing, seminar maupun workshop yang sering kita hadiri, mentor ataupun pembimbing di mana kita sering berkonsultasi dengannya, ataupun hal - hal lainnya yang membantu kita sehingga kita terinspirasi untuk menyiapkan dan merencanakan strategi untuk kesuksesan kita.
Kompas di sini dapatlah dianalogikan sebagai nilai - nilai (value) baik yang diperoleh dari keluarga, lingkungan maupun dari agama serta prinsip - prinsip yang selalu bekerja walaupun kita mungkin tidak setuju. Contohnya adalah hukum gravitasi, di mana pun kita berada di dunia ini, setuju atau tidak setuju, hukum gravitasi tidak mungkin tidak berlaku.
Bisakah kita mengatakan di tempat ini kita akan melawan hukum gravitasi karena kita tidak setuju? Bisakah kita mengatakan, mulai sekarang, ketika saya melemparkan barang ini, maka barang ini pasti akan terus melayang? Tentunya hal ini tidak mungkin terjadi khan? Dimana pun dan kapan pun, selama berada di bumi ini, pastilah hukum gravitasi akan berlaku. Jadi gunakanlah kompas internal dalam hidup Anda, karena kompas selalu menunjuk ke arah utara yang sejati!
Manfaat kompas kehidupan
Ada dua manfaat penting yang bisa kita dapatkan dari kompas kehidupan kita. Pertama, kompas selalu membimbing untuk mencapai sukses dalam hidup.
Sama seperti kompas yang selalu membimbing kita ke utara, kompas internal dalam hidup kita pun dapat membimbing kita untuk meraih kesuksesan ataupun keberhasilan dalam hidup kita, entah kita menjadi orang tua yang lebih baik, pasangan yang lebih baik, anak yang lebih baik, karyawan yang lebih baik, atasan yang lebih baik, pengusaha yang lebih baik, rekan kerja yang lebih baik, pemimpin yang lebih baik ataupun menjadi bawahan yang lebih baik serta hal - hal lainnya.
Utara yang selalu ditunjuk oleh kompas internal dalam hidup kita yang merupakan nilai - nilai maupun prinsip - prinsip adalah level terdalam dalam hidup manusia. Ada pula yang menyebut hal ini sebagai hati nurani.
Jika kita selalu mengikuti hati nurani kita dalam melakukan segala sesuatu menuju kesuksesan maupun keberhasilan kita, tentunya hati nurani kita ini akan semakin tajam, peka dan semakin terasah, sama seperti kompas yang benar - benar menunjuk ke utaranya yang sejati.
Apa yang terjadi jika kita coba - coba mengabaikan dan terus - menerus mengabaikan hati nurani? Maka, hati nurani kita akan semakin tumpul dan semakin tidak peka. Sama seperti kompas yang akan rusak menunjukkan utaranya yang sejati, jika kompas tersebut kita selalu main - mainkan utaranya dengan magnet buatan, sehingga tidak lagi menunjukkan utaranya yang sejati.
Dalam kehidupan ini, perlulah kita memahami nilai dan prinsip apa yang akan membawa kita naik dan terus naik menuju kesuksesan maupun keberhasilan yang kita cita - citakan. Bahkan, seorang penemu luar biasa, Albert Einstein pernah mengatakan "Try not to become a man of success, but rather try to become a man of value."
Ya! Jangan sampai pada saat kita sukses kita menjadi pribadi yang tidak memiliki nilai, sukses dengan dibenci orang, dimusuhi orang. Pada posisi ini apalah gunanya kesuksesan. Jadilah pribadi yang sukses yang penuh dengan nilai dan menjadi banyak berkat dan teladan bagi orang lain!
Kedua, kompas membantu memfokuskan mencapai hal yang penting dalam kehidupan ini. Manfaat lain dari kompas internal dalam kehidupan kita yakni akan membantu kita untuk memfokuskan kepada hal - hal yang penting, significant serta hal - hal yang akan memberikan makna serta warna dalam hidup kita maupun orang yang berada di sekitar kita.
Sebenarnya kompas internal kita yang selalu menunjuk kepada utaranya yang sejati selalu berdasarkan kepada nilai - nilai yang paling mendukung kita dalam mengarahkan hasrat dan motivasi dalam hidup kita. Percayalah kompas kita akan selalu mengarahkan kita kepada hasrat terdalam kita. Selama belum bergerak menuju ke arah sana, panggilan itu akan terus - menerus muncul sampai Anda mulai bergerak mendekatinya!
Itu adalah panggilan serta hasrat terdalam yang penting yang akan mengubahkan diri Anda ataupun orang lain disekitarnya menjadi lebih baik. Jika hal ini dipenuhi maka akan terjadi hal yang ajaib setelah sampai di sana yaitu kita akan mendapatkan rasa sangat puas untuk segala yang dicapai dalam hidup kita. Karena utara yang sejati selalu menunjuk kepada sumber di mana kita merasa sangat puas dan merasa sangat bahagia.
Mari mulai saat ini, aktifkan dan ikutilah bimbingan dari kompas internal Anda sehingga pada akhirnya sampai di tempat utara sejati yang selalu ditunjuk oleh kompas pribadi Anda! Find your true north
Sumber : Bisnis Indonesia

Tidak ada komentar: